BPJAMSOSTEK Cimahi Serahkan Santunan JKM kepada Ahli Waris Guru Madrasah

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cimahi, Aang Supono, menyerahkan klaim Jaminan Kematian (JKM) bersama Kepala Kantor Kemenag Kab. Bandung Barat, H. Ahmad Sanukri, kepada ahli waris guru madrasah MI AL-Khoer Kecamatan Ngamprah atas nama Almarhum Dedeh Sugiarti di Bale-Pare Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kab. Bandung Barat, Kamis (27/2/2020).


Bantuan sebesar Rp 42 Juta itu, diterima langsung ahli waris Abidin selaku suami, dimana pada kesempatan itu, hadir Kepala Kantor Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan Bandung Barat, Waluyo Suparto.

Aang Supono mengatakan, semoga santunan kematian tersebut bisa membantu pihak keluarga yang ditinggalkan almarhum. Sebagaimana almarhum Ibu Dedeh Sugiarti diketahui, merupakan Guru Madrasah yang mengajar di MI AL-Khoer Kecamatan Ngamprah.

Pada acara itu juga dilakukan monitoring dan evaluasi program BPJAMSOSTEK serta Sosialisasi program BPJAMSOSTEK bersama Kementerian Agama Kab. Bandung Barat.

Aang Supono mengimbau untuk setiap madrasah agar mendaftarkan seluruh Pegawai Non ASN di madrasahnya untuk ikut dalam program BPJAMSOSTEK.
Realisasinya sampai saat ini cukup baik, karena hampir 25 persen guru madrasah Non ASN di Kab. Bandung Barat telah ikut ke dalam program BPJAMSOSTEK. Maka dari itu, atas nama BPJAMSOSTEK, kita menyampaikan terima kasih, atas kerjasama yang baik dengan Kantor Kemenag Kab Bandung Barat dan PGM Kab. Bandung Barat.

“Program BPJSAMSOSTEK ini merupakan program kita bersama, maka dengan itu, kita bersama untuk bersinergi menyakinkan semua pekerja akan pentingnya keikutsertaan program BPJAMSOSTEK, apalagi dengan adanya kenaikan manfaat dari program BPJAMSOSTEK yang harus diketahui oleh semua pekerja,” terang Aang Supono.

Aang Supono menjelaskan kenaikan manfaat itu berupa adanya peningkatan manfaat pada program JKK dan JKM tersebut merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2015 yang kini diubah menjadi PP Nomor 82 Tahun 2019 yang diteken Presiden Joko Widodo pada 29 November 2019.

Perubahan manfaat itu salah satunya terletak pada peningkatan besaran yang akan diterima. Yakni, santunan JKM yang sebelumnya hanya Rp 24 juta menjadi Rp 42 juta.

“Dan bantuan beasiswa untuk JKK dan JKM, dari untuk 1 orang anak ahli waris senilai total Rp 12 juta, menjadi untuk 2 orang anak ahli waris, untuk bantuan pendidikan sejak TK sampai kuliah senilai maksimal Rp 174 juta,” ujarnya.

BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada pesertanya dari risiko kerja, mulai dari berangkat, saat bekerja, hingga pulang kerja. Dengan adanya manfaat program seperti itu, Aang Supono mengimbau kepada seluruh pemberi kerja agar mendaftarkan pekerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan, baik program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), maupaun Jaminan Pensiun (JP).

(sol)

Loading...

loading...

Feeds

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …