Menjaga Hutan Masigit Kareumbi untuk Citarum Harum

Salah seorang warga mengambil air di mata air Citarik yang ada di Gunung Masigit Kareumbi. Keberadaan hutan tersebut sangat penting bagi ekosistem dan sungai Citarum. (ist)

Salah seorang warga mengambil air di mata air Citarik yang ada di Gunung Masigit Kareumbi. Keberadaan hutan tersebut sangat penting bagi ekosistem dan sungai Citarum. (ist)

POJOKBANDUNG.com, CICALENGKA – Kelestarian hutan Masigit Kareumbi yang di dalamnya terdapat mata air sungai Citarik harus dijaga oleh semua pemerintah dan masyarakat. Keberadaannya sangat penting sebagai salah satu penopang aliran sungai Citarum.


Kebanyakan orang mungkin hanya mengetahui aliran Sungai Citarum berasal dari Situ Cisanti, yang letaknya berada di kaki Gunung Wayang hingga secara tradisional dianggap sebagai hulu dari sungai terbesar juga terpanjang di Provinsi Jawa Barat ini.

Situ Cisanti merupakan danau buatan yang menampung tujuh mata air, yang selanjutnya mengaliri Sungai Citarum. Mata-mata air itu antara lain Pangsiraman, Cikolobere, Cikawadukan, Cikahuripan, Cihaniwung, dan Cisanti.

Di luar itu, terdapat sejumlah sungai yang ikut mengaliri Sungai Citarum, salah satunya Sungai Citarik yang membentang sepanjang 42 Kilometer dari areal Hutan Gunung Masigit Kareumbi  sampai alirannya menyentuh Sungai Citarum. Sungai ini membentang masuk ke wilayah Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Bandung.

“Citarik itu yang mengaliri Citarum. Jadi hulu Citarum itu yang sekarang kita sampaikan ke masyarakat itu, kan, dari Gunung Wayang, tapi sebetulnya mata air Citarum itu banyak sumbernya, salah satunya ya Citarik,” kata Yusep, belum lama ini.

Sebagai kawasan yang punya kontribusi terhadap dua aliran ini, maka Hutan Gunung Masigit Kareumbi patut dijaga. Ekosistem hutan yang dirawat tidak secara langsung membuat keberadaan sungai-sungai ini tetap bisa dialiri.  Selain sebagai tempat penyimpan air, hutan juga memiliki kontribusi terhadap kualitas air yang bersih.

Namun Yusep tidak memungkiri, kondisi Sungai Citarik berbeda penampakannya saat memasuki kawasan permukiman atau di bawah kawasan hutan. Mulai jarangnya pepohonan atau tanah sebagai lahan serapan, tidak secara langsung membuat aliran Sungai Citarik tidak selalu baik. Misalnya, bisa saja membuat kawasan-kawasan di bawah kaki gunung terkena banjir.

“Di Kareumbi itu masih bagus hutannya karena di sana dipelihara oleh Wanadri. Tapi dari Kareumbi ke sini (bawah kawasan) udah gundul, mulai dari Curug Cinulang, ke sini, nyebrang jalan udah mulai kotor (kondisi aliran),” katanya.

Tapi dia bersyukur, selama ini kawasan Hutan Gunung Masigit Kareumbi sudah menjadi penopang bagi Sungai Citarik, pun Sungai Citarum. Karena itu, dia meminta tiap pihak dapat memperhatikannya.

“Jadi dengan adanya Kareumbi kita bersyukur bahwa salah satu sumber mata airnya Citarum masih terpelihara. (Tapi) itu repotnya (kawasan hutan) masuk dua kabupaten, Sumedang dan Garut, sebelah kirinya Sumedang, kanannya Garut. Jadi dua kabupaten itu juga harus peduli dengan Kareumbi sebetulnya,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Manajer Gunung Masigit Kareumbi Darmanto sepakat bahwa keberadaan Hutan Gunung Masigit Kareumbi mempunyai timbal balik bagi Sungai Citarik, maupun Citarum. Meski dikenal pula sebagai taman buru, namun pihaknya mempunyai orientasi lebih untuk  mengembalikan ekosistem hutan seperti sedia kala. Salah satunya berupa upaya penghijauan dengan menjadikan kawasan ini tempat konservasi pohon.

Sejalan dengan itu, satwa-satwa di hutan pun diharapkan dapat kembali hidup karena lahan yang dihuninya kembali lestari. Taman buru pun bukan jadi sekedar sematan di Gunung Masigit Kareumbi.

“Lebih jauh, ekosistem yang terjaga bakal pula meminimalisir  dampak bencana dari keberadaan Sungai Citarik. Atau pun Sungai Citarum yang kemudian hanya beroleh kejernihan air Citarik,” pungkasnya.

(fik/rls/b)

Loading...

loading...

Feeds

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …