DLH Cimahi Gugat Enam Perushaan

Kantor Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah

Kantor Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sebanyak tiga dari enam perusahaan yang sudah dilaporkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) sudah memasuki gugatan di pengadilan.


Sejumlah perusahaan tersebut terancam mengalami nasib serupa seperti PT How Are You Indonesia (HAYI), apabila sejumlah perusahaan tersebut tidak membayar ganti rugi materil setelah diputuskan bersalah melanggar Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup atas pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Kepala DLH Kota Cimahi, Mochammad Ronny mengungkapkan, dari tujuh perusahaan RI, tiga di antaranya sudah memasuki gugatan di pengadilan tiga masih proses, sedangkan satu perusahaan sudah dicabut gugatannya karena sudah membayar denda.

“Jadi total ada enam dimana tiga sudah masuk gugatan dan tiga lagi sedang proses penyusunan dokumen gugatan,” kata Ronny saat ditemui di Pemkot Cimahi, kemarin.

Ronny mengatakan, perusahaan-perusahaan yang dilaporkan oleh pihaknya ke KLHK RI merupakan temuan personel DLH Kota Cimahi berdasarkan hasil pengawasan. Dari hasil pengawasan itu, pihaknya melakukan pemeriksaan dan ditemukanlah pelanggaran.

Menurutnya, DLH Kota Cimahi sudah memberikan sanksi, dari mulai teguran tertulis, hingga paksaan pemerintah. Apabila perusahaan tak menggubris sanksi tersebut dengan melakukan perbaikan, maka pihaknya akan melaporkannya ke KLHK RI untuk ditindaklanjuti apakah masuk ranah pengadilan atau diluar ranah pengadilan.

Ronny menjelaskan, kebijakan penyerahan gugatan harus dilakukan mengingat saat ini pihaknya belum siap mengajukan gugatan secara mandiri terhadap perusahaan yang melakukan pelanggaran di Kota Cimahi.

“Karena di kita (DLH Kota Cimahi) belum memiliki Sumber Daya Manusia yang ideal, dari mulai Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) hingga tim ahli. Kemudian persoalan anggaran. Kementerian relaltif lebih siap karena perangkat-perangkat itu sudah ada di sana,” ungkap Ronny.

Kemudian DLH Kota Cimahi, lanjut Ronny, membantu KLHK menyusun dokumen gugatan untuk disidangkan. Selain itu, pihaknya juga akan dihadirkan menjadi saksi. “DLH Cimahi nanti akan jadi saksi dalam persidangan,” tandasnya.

(bie/b)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …