Berantas Buta Aksara Qur’an

KH. Abdullah Gymnastiar (kiri) bersama Ustadz Fatih Karim (kanan), mendampingi penandatangan kerjasama, dalam memberantas buta aksara qur’an.

KH. Abdullah Gymnastiar (kiri) bersama Ustadz Fatih Karim (kanan), mendampingi penandatangan kerjasama, dalam memberantas buta aksara qur’an.

POJOKBANDUNG.com, CIWARUGA – Lembaga sosial dan dakwah Cinta Qur’an (CQ) Foundation menjalin kolaborasi dengan lembaga Badan Amil Zakat Daarut Tauhid (DT) Peduli untuk menjalankan sinergi program ‘Indonesia Bisa Baca Qur’an.


Sinergi program ini digagas untuk memberantas buta aksara Qur’an di Indonesia yang angkanya masih tinggi. Data mencatat lebih dari setengah warga muslim Indonesia buta aksara dan belum bisa membaca Al-Qur’an.

Deklarasi tanda dimulainya sinergi program ‘Indonesia Bisa Membaca Qur’an’ ini dilakukan di Mesjid Rahmatan Lil’alamin Komplek Eco Pesantren Daarut Tauhid, Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (1/3).

Naskah deklarasi ditandatangani Ketua Yayasan CQ Foundation Hadi Azis Pratama dan Direktur Utama DT Peduli M Bascharul Asana disaksikan Pimpinan Ponpes DT Abdullah Gymnastiar dan Dewan Pembina CQ Foundation Fatih Karim.

“Berdasar data Susenas BPS tahun 2018, sebanyak 58,57% muslim di Indonesia belum bisa membaca Al-quran. Jika penduduk Indonesia 250 Juta, dan 200 Juta diantaranya muslim, artinya setengahnya atau 100 ribu muslim belum bisa membaca Qur’an,” kata Ustadz Fatih Karim usai acara digelar.

Menurutnya, di negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar kenyataan itu sangat mencengangkan. Atas dasar itu CQ Foundation sejak 9 tahun lalu berkeliling Indonesia berupaya memberantas buta aksara Qur’an.

“Kami berikan training sehari bisa membaca Qur’an, 9 tahun berjalan gerakan ini telah membebaskan sekitar 60.000 buta aksara Qur’an,” sebutnya.

Agar gerakan ini semakin masif menjangkau seluruh daerah di Indonesia, digagas sinergi program antara CQ Foundationg bersama DT Peduli diberi nama ‘Indonesia Bisa Baca Qur’an.

“Kami sebagai lembaga baru butuh kolaborasi dengan DT Peduli yang lebih senior. Dengan jalinan kerjasama ini kami berharap target satu tahun 20.000 bebas buta aksara Qur’an tercapai, karena DT Peduli telah menyebar di tiap desa,” jelasnya.

Ditempat sama, Kepala Kantor Wilayah DT Peduli Jawa Barat Jajang Nurzaman mengatakan, sebagai lembaga Amil Zakat Nasional dibawah naungan Ponpes DT pihaknya menggalang donasi baik zakat, Infaq dan Sodaqoh.

Sejalan dengan CQ Foundationg, program Desa Tangguh DT Peduli telah menjangkau 27 daerah di Indonesia. Dengan sinergi program ini capaian program akan semakin meluas dan tepat sasaran.

“Dengan sinergi program Indonesia Bisa Baca Qur’an dan Desa Tangguh, diharapkan masyarakat di desa ini memiliki aqidah, ekonomi, pendidikan dan lingkungannya kuat,” tandasnya.

(kro/b)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …