Tanggung Iuran PBI 80.772 Penduduk, BPJS Kesehatan Apresiasi Bupati Bandung Barat

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG BARAT  – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibawah kepemimpinan Bupati Aa Umbara mengalokasikan anggaran kesehatan bagi 80.722 warga miskin menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.


Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Sri Wahyuningsih memberi apresiasi Pemkab Bandung Barat yang telah mengalokasikan anggaran kesehatan yang cukup besar di tahun 2020 ini. Jika dihitung, alokasi iuran bagi jaminan kesehatan untuk segmen PBI ini mencapai Rp 24.410.332.800 bagi 80.732 penduduk dengan asumsi setiap iuran peserta Rp42.000/bulan. Alokasi senilai puluhan miliar ini menunjukan keseriusan Bupati Aa Umbara untuk menjamin kesehatan warga Bandung Barat meskipun kemampuan anggaran tak sebesar kota besar lainnya.

“Tentu kami apresiasi pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang telah concern menjamin kesehatan warganya dengan menjadi peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan, tahun ini dananya sudah dialokasikan bagi 80.722 warganya yang masuk dalam kriteria kurang mampu menurut Dinas Sosial,” ungkap Ichi saat menghadiri kegiatan sosialisasi jaminan kesehatan kepada petani di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (26/2/2020).

Menurutnya, keberpihakan kepala daerah dalam menyukseskan program nasional Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan sangatlah penting dan strategis.

“Tujuan program meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kami bersama pemerintah daerah terus berkolaborasi mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) yang artinya 95% penduduk memiliki jaminan kesehatan,” terangnya.

Ichi menambahkan, dari total jumlah penduduk Bandung Barat 1,662,706 juta jiwa saat ini yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sebanyak 1,272,677 juta jiwa. Artinya, sebanyak 76,54% penduduk sudah tercover BPJS Kesehatan, untuk mencapai UHC pihaknya memiliki target 18,46% atau sekira 390.029 ribu jiwa yang didorong untuk memiliki kartu jaminan kesehatan.

“Dengan adanya alokasi anggaran dari pemerintah daerah akselerasi pencapaian UHC semakin terlihat, kita terus bersinergi mendorong agar kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan kesehatan terus meningkat,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengatakan bahwa dibawah kepemimpinannya alokasi anggaran kesehatan bagi warga miskin setiap tahun akan ditingkatkan.

Melihat kemampuan anggaran, pemerintah daerah tahun ini menggelontorkan anggaran Rp24 miliar lebih untuk membayar iuran BPJS Kesehatan bagi 80.722 warga kurang mampu.

“Anggaran yang dimiliki memang harus terbagi pada pembangunan bidang lain seperti insfrastruktur, tetapi saya berkomitmen setiap tahun jumlah yang tercover terus meningkat untuk mencapai suksesnya program JKN di Kabupaten Bandung Barat,” tandas Aa.

(dh)

Loading...

loading...

Feeds