BPJS Kesehatan Dorong Dinas Sosial Bandung Barat Isi 14.597 Kuota PBI APBD

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG BARAT – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Cimahi terus mendorong Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk mengisi 14.597 kuota peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi warga kurang mampu.


Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Bellza Rizki Ananta menerangkan, tahun 2020 ini Pemerintah Bandung Barat telah mengalokasikan anggaran kepesertaan bagi 80.772 penduduk kurang mampu. Menurut data sampai dengan akhir Januari 2020, jumlah kuota terisi sudah mencapai 66.175 orang. Sisanya, masih ada kuota kosong yang kini masih dilakukan verifikasi dan validasi data oleh Dinas Sosial.

“Kita terus berkoordinasi dengan dinas terkait agar sisa kuota 14.597 PBI APBD ini segera terisi, yang menentukan siapa yang warga kurang mampu yang berhak mendapat ini kan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan,”ucap Bellza yang akrab disapa Tata saat menghadiri kegiatan sosialisasi jaminan kesehatan kepada petani di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Rabu (26/2/2020).

BPJS Kesehatan mendorong Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan KBB untuk mempercepat penyerahan data masyarakat miskin yang akan dimasukkan ke dalam kuota tersebut. Dirinya memahami, luasnya wilayah menjadi kendala tersendiri bagi dinas terkait untuk melakukan verifikasi dan validasi data untuk menentukan kriteria warga kurang mampu yang berhak mendapat kepesertaan PBI APBD BPJS Kesehatan.

“Kami intens koordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Supaya kuota segera terpenuhi. Karena proses verifikasi dan validasi untuk menetapkan penduduk yang masuk kriteria itu ada di mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari sekitar 1,6 juta penduduk Bandung Barat, yang telah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan baru 76 persen atau sekitar 1,2 juta jiwa. Jumlah tersebut tentu masih jauh dari target pencapaian Universal Health Coverage (UHC) yang mengamanatkan sebanyak 95 persen dari jumlah penduduk di satu wilayah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS.

Di temui terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Heri Pratomo mengatakan, alokasi anggaran kesehatan bagi warga miskin setiap tahun akan ditingkatkan. Melihat kemampuan anggaran, pemerintah daerah tahun ini menggelontorkan anggaran Rp24 miliar lebih untuk meng-cover iuran BPJS Kesehatan bagi 80.722 warga kurang mampu.

“Hal ini sudah menjadi komitmen Bapak Bupati agar setiap tahun jumlah penduduk yang tercover terus meningkat untuk mencapai suksesnya program JKN,” kata Heri.

(dh)

Loading...

loading...

Feeds