RSHS Rawat Pasien Diduga Mengidap Corona

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) merawat satu orang pasien yang diduga mengidap virus corona (covid – 19). (dok. Jawa Pos)

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) merawat satu orang pasien yang diduga mengidap virus corona (covid – 19). (dok. Jawa Pos)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menangani pasien dengan yang terduga mengidap virus corona (Covid-19). Diketahui, pasien berjenis kelamin wanita itu baru pulang dari Thailand dan transit di Singapura.


Pasien rujukan dari PKM. Ibun Kabupaten Bandung dieawat di RSHS sejak Jumat (21/2). Saat ini, ia mendapat perawatan di ruangan RIKK (Ruang Infeksi Khusus Kemuning) dengan status orang dalam pemantauan.

“Pasien masih di rawat dan dalam pengawasan,” kata Humas RSHS Bandung Renny Meisuburryani saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (23/2/2020).

Kasi Surveilance dan Imunisi Bidang P2P Dinkes Kabupaten Bandung Edy Kusno menyatakan, informasi yang didapeatkan, pasien tersebut diketahui baru pulang dari Thailand dengan transit di Singapura.

Ia bepergian bersama tiga orang keluarga. Sekembalinya ke Indonesia, pasien yang tengah dapat perawatan di RSHS, mengeluhkan gejala sakit.

“Yang bersangkutan kemudian melakukan pemeriksaan ke mantri desa di Paseh, Ibun, Kabupaten Bandung. Namun gejala sakit yang dialaminya tidak membaik dan yang bersangkutan memeriksakan kesehatannya ke Rumah Sakit Majalaya,” kata dia.

Di Rumah Sakit Majalaya, pasien tersebut melakukan pemeriksaan lab dan di periksa oleh dokter spesialis dan diketahui pasien tersebut mengalami gejala pneumonia. Sementara setelah mendapat adanya laporan dari pihak rumah sakit, pihak Dinkes Kabupaten Bandung langsung melakukan tindak lanjut dengan mendatangi tiga orang keluarga pasien yang dirujuk.

Petugas Dinkes, melakukan pemeriksaan dan wawancara terhadap ketiganya. Hal itu karena khawatir mereka mengalami gejala yang sama dengan pasien yang tengah di rawat di RSHS.

“Kita pantau selama 14 hari masa inkubasi, ketika dia di 14 hari tidak ada gejala berarti clear,” ucap dia.

Dalam 14 hari ini, tiga orang tersebut diawasi ketat oleh petugas puskesmas. Mereka nanti akan dilakukan pemeriksaan berjenjang. Kepada ketiganya pun telah di edukasi untuk menggunakan masker selama masa pemeriksaan berjenjang tersebut.

“Nanti lapor secara berjenjang, kalau ada gejala langsung lapor,” katanya.

(cr4/b)

Loading...

loading...

Feeds