Legislatif Dorong Eksekutif Tambah Armada Pengangkut Sampah

: Pemerintah Kabupaten Bandung Barat butuh tambahan kendaraan pengangkut sampah.

: Pemerintah Kabupaten Bandung Barat butuh tambahan kendaraan pengangkut sampah.

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat untuk menambah armada pengangkut sampah.


Pasalnya, persoalan sampah di KBB menjadi masalah yang kerap kali dikeluhkan masyarakat. Apalagi Kabupaten Bandung Barat merupakan ikon tempat tujuan kunjungan wisatawan di akhir pekan.

Ketua DPRD KBB, Rismanto mengatakan, penyebab utama kurang maksimalnya penanganan sampah akibat beberapa faktor, seperti kurang memadainya ketersediaan armada pengangkut sampah serta rendahnya kesadaran kolektif akan kebersihan dan pelestarian lingkungan di masyarakat.

“Makanya, sarana angkutan sampah ini yang harus menjadi perhatian pemerintah. Manakala perencanaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH KBB) bagus, kita akan support, agar armada pengangkut sampah memadai, sepanjang diperlukan dan ada analisa terkait untuk ditambah,” kata Rismanto.

Rismanto mengakui, pihaknya kerap menemui tumpukkan sampah liar di sejumlah wilayah di KBB yang dibuang tidak pada tempatnya. Untuk itu, dengan upaya pendekatan dan edukasi, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan secara kolektif bisa ditingkatkan.

“Kesadaran masyarakat Ini kan PR yang cukup panjang, tapi kita gak boleh lelah, kita harus saling bahu-membahu untuk terus memberikan edukasi agar kesadaran kolektif itu terwujud. Minimalnya masyarakat sadar untuk membuang sampah pada tempatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Apung Hadiat Purwoko menjelaskan, dalam satu hari Kabupaten Bandung Barat menghasilkan 500 ton sampah dan 150 ton diantaranya ditangani selanjutnya dibuang ke TPA Sarimukti.

“Dengan kekuatan saat ini yang hanya 38 armada memang kurang, tapi 350 ton itu dikelola oleh masyarakat,” katanya pada Radar Bandung, belum lama ini.

Selain itu, untuk mengurangi sampah liar, kata Apung, pihaknya kerap melakukan program Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

“Sampah liar kita berantas dan dalam waktu dekat akan diberlakukan denda sebesar Rp500 ribu. Tapi ini akan kita sosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat,” ujarnya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds