Tak Ada Esensi dari Kunjungan Anggota DPR RI

: Rombongan anggota DPR RI komisi V didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Teddy Kusdiana, saat meninjau pembangunan kolam retensi Andir, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. (Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

: Rombongan anggota DPR RI komisi V didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Teddy Kusdiana, saat meninjau pembangunan kolam retensi Andir, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. (Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH – Warga merasa kecewa terhadap anggota DPR RI yang melakukan kunjungan kolam retensi di Kecamatan Andir. Pasalnya, tak ada satupun dari perwakilan anggota komisi V melakukan dialog dengan warga terdampak banjir.


Kekecewaan itu dirasakan oleh salah seorang warga Kampung Muara RW 7 Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung bernama Budi (49). Ia menganggap kunjungan yang dilakukan sangat formal dan sia-sia.

“Cuma lewat aja, kita mau dialog bagaimana. Warga itu kan istilahnya butuh perhatian. Jangan dialognya cuma ke Camat. Kalau cuma ke Camat mah, warga tidak akan tahu apa yang disampaikan oleh Camat. Dan yang merasakan dampak langsung dari banjir ini kan, ya warga,” ungkap dia di sela sela kegiatannya membersihkan lumpur di sekitar rumahnya, Kamis (20/2/2020).

Dampak banjir yang terjadi sudah berlangsung selama satu bulan. Banyak warga yang merasa perekonomiannya terganggu. Kebanyakan dari mereka tidak bisa keluar kawasan karena akses jalan terganggu. Tak sedikit yang mengajukan ijin bekerja karena harus membersihkan lumpur di rumah.

“Kebanyakan warga minta surat izin ke RT/RW untuk izin ke perusahaan,” jelas Budi.

Ia menilai pembangunan Curug Jompong tidak memiliki imbas sama sekali bahkan setelah diresmikan oleh Presiden Jokowi tetap saja banjir dan tidak berkurang, karena sistem drainase terhambat oleh lumpur.

Sementara itu ditemui di lokasi pembangunan Kolam Retensi Andir, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Nurhayati, mengatakan bahwa kolam retensi merupakan salah satu upaya penanggulangan banjir di Bandung selatan. Dirinya mendorong pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan kolam retensi di Bandung selatan.

“Di sini akan dibangun kolam retensi seluas 4,85 hektar dan ditargetkan selesai tahun ini. Selain di Andir, kolam retensi atau folder air juga akan dibangun di beberapa titik lainnya, dengan total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan kolam retensi atau folder air di Bandung tersebut mencapai Rp25 miliar,” pungkas Nurhayati.

Loading...

loading...

Feeds

FIFGROUP Salurkan 75.510 Paket Sembako

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – PT Federal International Finance (FIFGROUP) yang merupakan bagian dari Astra Financial dan juga salah satu anak perusahaan …