Sudah Memprediksi Menteri Tak Kompak

Ketidakkompakan menteri di Kabinet Indonesia Maju sudah mulai terlihat. Salah satunya ketika merespon soal omnibus law RUU Cipta Kerja. (ist)

Ketidakkompakan menteri di Kabinet Indonesia Maju sudah mulai terlihat. Salah satunya ketika merespon soal omnibus law RUU Cipta Kerja. (ist)

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Ketidakkompakan menteri di Kabinet Indonesia Maju sudah mulai terlihat. Salah satunya ketika merespon soal omnibus law RUU Cipta Kerja. Tak solidnya para pembantu presiden Joko Widodo (Jokowi) itu sudah diprediksi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.


Hal itu terkait dengan salah ketik Pasal 170 RUU Cipta Kerja sebagaimana diakui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Namun sebaliknya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bukan salah ketik, tetapi salah pemahaman.

“Beda pendapat itu sebenarnya sudah kami prediksi. Karena dalam menyatukan berbagai UU dan pasal memang tidak mudah. Ada banyak kepentingan dan hal yang saling bertabrakan di sini,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/2//2020).

Namun demikian, wakil ketua umum Gerindra itu berharap, dalam pembahasan di DPR nanti, perbedaan-perbedaan itu bisa terselesaikan. Karena hal tersebut sesuai dengan tujuan omnibus law, yakni menyederhanakan regulasi supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman dan saling bertabrakan.

Dasco juga memandang, soal perbaikan draf RUU itu bisa diperbaiki saat pembahasan di DPR. “Soal bagian yang salah ketik atau salah persepsi, tinggal disamakan. Setelah itu, baru dimintai pendapat dari publik,” paparnya.

Sementara itu, soal persoalan lain yang menurutnya jadi perhatian publik adalah pasal sertifikasi halal. Di dalam draft RUU Cipta Kerja, kewenangan menerbitkan sertifikasi itu tidak hanya di Majelis Ulama Indonesia (MUI), namun bisa diterbitkan ormas Islam berbadan hukum.

“Karena ini isu sensitif, saya juga tidak mau membuat pernyataan atau prediksi. Tetapi yang paling penting kami akan bahas bersama karena ini meyangkut keagamaan. Jadi harus hati-hati sekali,” pungkasnya.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …