Ribuan Ikan Mati Akibat Limbah

Warga menunjukan ikan yang mati di Sungai Cipunagara, Kabupaten Subang

Warga menunjukan ikan yang mati di Sungai Cipunagara, Kabupaten Subang

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Fenomena ikan mati massal kembali terjadi di sungai Cipunagara yang melintas di Kampung Ciseupan, Desa Cibuluh Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. Hal diduga akibat air sungai tercemar limbah.


Dari pantauan, berbagai jenis ikan dan udang ditemukan mati mengambang di pingir sungai yang bermuara di wilayah Pantura tersebut, Rabu (19/2/2020).

Ikan ikan yang mati itu berukuran beragam. Ikan berukuran besar ada yang setara satu hingga telapak tangan orang dewasa.Jenis ikan asli sungai (native fish) yakni, ikan Kancra (mahseer)0Paray (rasboa),Beunteur (pontius binotatus) Sengal /baung, Genggehek/regis, Berod /sili, Hampala/hampal dan udang.

Adapun untuk,  jenis ikan kolam, ikan nila, ikan sepat, ikan emas, patin, mujair, dan jenis ikan lainnya.

Sungai Cipunagara setiap harinya sungai ini dimanfaatkan oleh warga sekitar yang mencari ikan. Warga juga sering menggunakan sungai itu untuk mandi, mencuci, dan lainnya.

Karena tercemar kini warga cemas dan meminta perhatian pemerintah daerah. Kepala Desa Cibuluh Edi Junaedi menduga pencemaran terjadi akibat limbah perusahaan yang berlokasi di wilayah hulu sungai.

Edi menyebut berdasarkan laporan warga ikan ditemukan mati pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB.

“Dari pantauan dan informasi dari masyarakat jam 07.00 WIB sudah ikan itu mulai mengambang. Puncaknya sekitar pukul 09.00, ribuan ikan mengambang di pinggir sungai,” katanya.

Menurut Edi kejadin ini bukan kali pertama fenomena tersebut terjadi juga pada tahun 2016 lalu. “Hanya sayangnya setelah diproses di laboratorium malah tidak ada tindak lanjutnya,” ungkapnya.

Menurut Edi dengan kejadian tersebut berdampak pada ekosistem di sungai,” Tentu ekosistem di sungai tersebut terganggu, kami berharap intansi terkait peduli dan menindaklanjuti kasus matinya ikan yang rutin terjafi setiap tahunnya,” pintanya.

Edi menambahkan pihaknya juga meminta masyarakat untuk waspada dan berhati hati dalam mengkonsumsi ikan mati hasil tangkapan. Ikan ikan itu diduga terindikasi tercemar kandungan atau bahan berbahaya.

“Bahayanya, jika benar ikan ini mati kalau disebabkan oleh pencemaran limbah industri atau bahan berbahaya lainnya. Ketika dikonsumsi manusia, bisa saja menyebabkan penyakit,” kata Edi.

Usman (45) warga Kp.Ciseupan menerangkan bahwa para petani ikan kolam deras sempat merugi hingga ratusan juta rupiah karena ikan ikanya mati mendadak. Sejak kejadian itu, petani ikan kolam deras di pinggir sungai Cipunagara tidak menanam lagi ikan.

“Kejadiannya di tahun 2016 lalu. Ikan ikan yang ada di kolam deras mati mendadak tanpa adanya tanda tanda apapun. Diduga karena aliran sungai tercemar limbah perusahaan, sebut saja perusahan x,” terang Usman.

Sementara itu, dari pantauan di wilayah hulu Sungai Cipunagara, tepatanya di wilayah Desa Sindangsari , Kecamatan Kasomalang, sama sekali tidak ditemukan satu ekor ikan pun yang mati mengambang di pinggir sungai itu.

Bahkan aktifitas kolam deras yang berada di sepanjang bantaran sungai Cipungara berjalan seperti biasa.

“Alhamdulillah Kang disini gak kena limbah. Coba cek ke sungai Cipabelah, sugai itu kan bermuara ke sungai Cipunagara. Dulu juga libahnya kan dari sungai itu,” kata Ade.

Diketahui , Sungai Cipabelah melintasi benerapa desa, yakni desa Sarireja (kevamatan Jalancagak) – Desa Kasomalang Kulon – Desa Kasomalang Wetan – Desa Sindangsari  (Kecamatan Kasomalang), bermuara ke Sungai Cipunagara tepatnya di Kampung Nyalindung Desa Darmaga (Kecamatan Cisalak).

(anr/b)

Loading...

loading...

Feeds