Teknologi Informasi Jangan Mengikis Budi Pekerti

Wabup Gun Gun saat disalami murid SMK 2 Angkasa Kecamatan Margahayu usai menjadi pembina upacara bendera, belum lama ini. (dok. Humas Pemkab Bandung)

Wabup Gun Gun saat disalami murid SMK 2 Angkasa Kecamatan Margahayu usai menjadi pembina upacara bendera, belum lama ini. (dok. Humas Pemkab Bandung)

POJOK BANDUNG.com, BANDUNG – Era teknologi dan informasi membawa manusia pada perubahan perilaku bermasyarakat. Namun, semua kemajuan itu jangan sampai mengikis budi pekerti serta sopan santun.


Wakil Bupati (Wabup) Bandung Gun Gun Gunawan menilai para pelajar sebagai generasi muda, banyak merasakan dampak positif maupun negatif dari kemajuan tersebut.

“Perkembangan zaman dan pertumbuhan teknologi informasi memiliki banyak manfaat, tetapi jangan sampai mencabut akar budaya, adat istiadat, tatakrama dan budi pekerti,” ucap Wabup Gun Gun saat menjadi Pembina Upacara Bendera di SMK 2 Angkasa Kecamatan Margahayu, belum lama ini.

Wabup menyebut, banyak contoh remaja pelajar yang bermasalah akibat tidak terkontrol dalam penggunaan teknologi informasi, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran antar pelajar, bullying dan sebagainya.

Dunia pendidikan dituntut untuk dapat beradaptasi pada perkembangan ini, dan menjadi tantangan tersendiri bagi para guru dalam mendidik siswa. Menurunya, pendidikan merupakan tolok ukur kemajuan bangsa. Pendidikan yang baik akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan generasi penerus yang berkualitas.

“Zaman yang dihadapi siswa saat ini tentu berbeda dengan zaman kita dulu. Tetapi hal yang sama adalah, pendidikan budi pekerti tidak boleh berhenti disisipkan dalam setiap kesempatan proses belajar mengajar,” ujar wabup.

Tugas mendidik tak hanya merupakan tanggung jawab guru. Menurut Gun Gun, orangtua pun harus ikut memberikan contoh teladan dalam tanggungjawab, tatakrama, budipekerti dan norma.

“Kolaborasi antara guru di sekolah dan orang tua di rumah dalam mendidik, menjadi strategi yang ampuh dalam membentuk karakter siswa. Dengan begitu, teknologi tak serta merta diterima dengan meninggalkan akar kebudayaan dan norma yang berlaku di masyarakat. Sehingga yang muda dapat menghormati yang tua dan yang tua memahami yang muda,” tutur Gun Gun.

Ia mengimbau pihak sekolah, selain memberikan tugas dan pekerjaan rumah akademik, juga bisa memberikan tugas berupa tanggungjawab membantu orangtua. “Dewasa ini menjadi hal yang langka, remaja usia pelajar bisa mengerjakan pekerjaan orangtua di rumah,” pungkasnya.

(fik/rls/b)

Loading...

loading...

Feeds

FIFGROUP Salurkan 75.510 Paket Sembako

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – PT Federal International Finance (FIFGROUP) yang merupakan bagian dari Astra Financial dan juga salah satu anak perusahaan …