Pengedar Upal Diancam Penjara Seumur Hidup

Keempat tersangka pengedar uang palsu dihadirkan dalam gelar perkara di Polres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Selasa (18/2/2020).

Keempat tersangka pengedar uang palsu dihadirkan dalam gelar perkara di Polres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Selasa (18/2/2020).

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI  Jajaran Polres Cimahi hentikan peredaran uang palsu. Dari hasil penangkapan keempat pelaku pengedar uang palsu tersebut, ditemukan mata uang dolar as dan rupiah. Pelaku berinisial SY (52), CD (38), DJ (50), dan TB (55).


Selain pengedar pihaknya juga berhasil menangkap pembuat uang palsu mata uang rupiah dan dolar.

Kapolres Cimahi AKBP M. Yoris Maulana Yusuf Marzuki didampingi Kapolsek Padalarang Kompol Supriati dan Kanit Reskrim Polsek Padalarang Iptu Yasmin Badruzaman mengatakan, pihaknya terlebih dahulu mengamankan pelaku berinisial SY (52) dan CD (38)  pada tanggal 21 Januari 2020 di Kampung Sindang Sari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Setelah itu pihaknya melakukan pengembangan ke daerah Subang, untuk mengamankan pelaku ketiga berinisial DJ (50). Dari Subang, tim bergerak ke Pandeglang, Banten, untuk mengamankan pelaku terakhir, TB (55).

Dari ketiga pelaku juga berhasil diamankan uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu senilai Rp 39,7 juta dan sebagian uang palsunya sudah dibelanjakan di warung dan rumah makan di Gadobangkong, KBB.

Kanit Serse Polsek Padalarang, Iptu Yasmin Badruzaman menuturkan, kronologis pengungkapan uang palsu tersebut berawal dari laporan masyarakat setelah seseorang membeli makanan dengan uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yang diduga palsu.

“Jadi pelaku ini berbelanja makanan di pujasera Gadobangkong, mereka menggunakan uang palsu. Mereka lalu melaporkan dugaan peredaran uang palsu tersebut,” Yasmin saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Selasa (18/2/2020).

Yasmin mengungkapkan uang palsu yang telah dibelanjakan oleh para pelaku hingga saat ini mencapai Rp 60 juta.

“Jumlah uang yang sudah diedarkan sebanyak 6 lak atau Rp 60 juta dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, Rp 44,3 juta yang berhasil diamankan dari pasaran,” kata Yasmin.

Akibat perbuatannya keempat tersangka disangkakan pasl 37 ayat 1 dan 2 jo 36 ayat 2 dan 3 UU RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 10 hingga 15 tahun serta denda Rp 100 miliar atau kurungan seumur hidup.

(bie/c)

Loading...

loading...

Feeds

FIFGROUP Salurkan 75.510 Paket Sembako

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – PT Federal International Finance (FIFGROUP) yang merupakan bagian dari Astra Financial dan juga salah satu anak perusahaan …