Perumahan Banjir, Warga Baloper Ngungsi

Banjir dan Longsor di perumahan Babakan Loa Permai (Baloper) Blok D RW 20 terjadi hari Minggu 16/2 pukul 15.30 WIB. Akibat robohnya tanggul di Perumahan Bumi Asri Residen dan curah hujan yang tinggi mengakibatkan 10 rumah terendam banjir dan 1 rumah rusak berat dan banjir setinggi 2 meter.

Banjir dan Longsor di perumahan Babakan Loa Permai (Baloper) Blok D RW 20 terjadi hari Minggu 16/2 pukul 15.30 WIB. Akibat robohnya tanggul di Perumahan Bumi Asri Residen dan curah hujan yang tinggi mengakibatkan 10 rumah terendam banjir dan 1 rumah rusak berat dan banjir setinggi 2 meter.

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Sepuluh rumah di Perumahan Babakan Loa Permai (Baloper) Blok D Rt 02 Rw 20, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang terdampak banjir. Satu diantaranya mengalami rusak berat sehingga para penghuni harus diungsikan ke tempat lebih aman.


Berdasarkan informasi yang diperoleh, banjir yang terjadi pada Minggu (16/2/2020) sekitar pukul 16.00 WIB tersebut, berawal dari robohnya benteng Perumahan Bumi Asri setinggi kurang lebih 20 meter. Hal tersebut diduga lantaran curah hujan yang cukup tinggi.

Pemilik rumah yang rusak berat, Panji Gumilar (38) menjelaskan, kejadian naas tersebut berawal dari suara keras yang berasal dari dinding belakang rumah. Tidak lama berselang, suara keras kedua dibarengi dengan air yang langsung merendam seisi rumah.

“Yang ada di rumah itu ibu saya, pas lagi melaksanakan shalat ashar. Tinggi air mencapai satu meter lebih,”katanya saat ditemui Radar Bandung di lokais, Senin (17/2/2020).

Ia menambahkan, ibunya tersebut sempat terjebak di dalam rumah saat hendak menyelamatkan diri. Pasalnya, usai menjebol dinding belakang, air luapan banjir langsung merendam seisi rumah dan nyari merenggut nyawa sang ibu.

“Posisinya, ibu itu terjebak air dan pintu ketahan air jadi sulit dibuka. Ibu cari jalan lewat pintu kamar karena air di dalam rumah sudah setinggi satu setengah meter lebih,” terangnya.

Panji menyebut, kejadian banjir yang menimpa perumahan Baloper merupakan pertama kali terjadi sejak pertama kali ditempati pada tahun 1986 lalu. Oleh karena itu, dirinya tidak menyangka jika banjir tersebut akan menghancurkan rumah beserta isinya.

“Awalnya, benteng perumahan Bumi Asri sepanjang 20 meter ambruk dan menutup saluran air kemudian menjebol dinding belakang rumah yang merupakan ruang makan dan juga dinding gudang,” katanya.

Sejauh ini, kata Panji, pihak pengembang perumahan Bumi Asri telah menemui masyarakat terdampak banjir. Ia menuturkan, bahwa pihak pengembang bersedia melakukan pergantian materil kepada masyarakat yang menjadi korban banjir tersebut.

“Tadi sudah rapat dengan kita dan pengembang, sudah ada kesepakatan dari pihak pengembang mau bertanggung jawab sepenuhnya termasuk menanggung semua kerusakan. Diperkirakan kerugian yang kita derita mencapai Rp 250 juta,”pungkasnya.

(kro)

Loading...

loading...

Feeds

FIFGROUP Salurkan 75.510 Paket Sembako

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – PT Federal International Finance (FIFGROUP) yang merupakan bagian dari Astra Financial dan juga salah satu anak perusahaan …