Figur Baru Akhiri Politik Dinasti

figur baru dalam Pilkada 2020 Kabupaten dianggap sebagai upaya mengakhiri politik dinasti di Kabupaten Bandung. (dok. JPNN)

figur baru dalam Pilkada 2020 Kabupaten dianggap sebagai upaya mengakhiri politik dinasti di Kabupaten Bandung. (dok. JPNN)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Jelang Pilkada 2020 Kabupaten Bandung banyak figur baru bermunculan. Hal tersebut dianggap sebagai upaya mengakhiri politik dinasti di Kabupaten Bandung.


Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi dan Politik (LKKP), Adiyana Slamet, melihat sejumlah partai politik di Kabupaten Bandung, sudah melakukan penjaringan nama bakal calon bupati/wakil bupati Bandung untuk kontestasi Pilkada 2020.

figur baru bermunculan mulai dari kalangan aktivis, birokrat, hingga artis. Hal tersebut bisa  menjadi tolak ukur adanya keinginan perubahan. “Figur-figur baru muncul karena setidaknya ada keinginan perubahan dan mengakhiri politik dinasti yang sudah ada puluhan tahun ini,” kata Adiyana, Senin (17/2/2020).

Sistem politik dinasti menjadikan sebuah daerah tidak akan berkembang. Baik dari segi ekonomi, birokrasi, politik, bahkan berpengaruh terhadap iklim investasi di daerah tersebut. Pada akhirnya, masyarakat semakin menyadari jika politik dinasti tidak akan membawa kemajuan sebuah daerah.

“Sebenarnya ini angin segar bagi masyarakat Kabupaten Bandung yang pro perubahan. Memang pada akhirnya masyarakat akan semakin sadar. Hadirnya figur-figur baru ini tentu saja tidak terlepas dari keluh kesah masyarakat itu sendiri selama dipimpin oleh kepala daerah dari partai yang sudah cukup lama berkuasa,” jelas Adiyana.

Semenjak pilkada serantak gelombang pertama pada tahun 2015, menurut Adiyana, pesta demokrasi di Kabupaten Bandung disoroti sebagai pesta demokrasi yang sunyi. Dengan demikian, kejadian serupa tidak boleh terjadi pada pilkada Kabupaten Bandung tahun 2020.

Beberapa figur yang kini muncul untuk maju pada kontestasi Pilkada 2020 di Kabupaten Bandung juga memiliki bekal pengalaman untuk menjadi kepala daerah yang baik. Sebab, mereka memiliki beberapa latar belakang yang mumpuni untuk memajukan Kabupaten Bandung.

Masyarakat Kabupaten Bandung tinggal mengkaji visi dan misi calon bupati yang berasal dari luar partai penguasa.  Dirinya berharap, masyarakat tidak kembali tertipu oleh janji-janji politik calon bupati.

“Pahami dan kaji visi misinya nanti setelah KPU menetapkan. Lihat juga bagaimana reaksi para calon pemimpin ini membangun hubungan dengan konstituen. Jangan sampai masyarakat salah pilih,” katanya.

Rakyat harus berdaya dalam memilih pemimpin di daerahnya. Rakyat berdaya itu salah satu kategori melek politik, supaya jadi subjek dan objek dalam pesta demokrasi. Adiyana pun berharap partai politik yang mengusung calon bupati juga harus bersikap obyektif. Jangan hanya karena adanya transaksi, partai politik mengusung figur yang tidak kompeten.

“Pilkada ini taruhannya adalah citra partai politik. Partai yang mengusung atau mendukung harus betul-betul memilih calon yang kompetensi dan mumpuni memimpin Kabupaten Bandung lima tahun ke depan. Kalau salah memilih figur, ini bisa jadi boomerang,” pungkasnya.

(fik/b)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …