PT. Rekayasa Industri Garap Proyek Pembangunan Jaringan Pipa Gas yang Sempat Terkatung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Proyek pembangunan jaringan pipa gas yang sempat terkatung hampir satu dekade sudah mulai berjalan. Hal ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.


Seperti diketahui, pemerintah ingin menyambungkan pipa gas sepanjang Pulau Jawa. Bahkan hal tersebut sudah dituangkan dalam Proyek Strategis Nasional. Namun, di tengah perjalanan, pipa transmisi ruas Cirebon-Semarang sempat tertunda pembangunannya hampir satu dekade.

Padahal, adanya pipa transmisi gas dibutuhkan untuk pemerataan penyebaran gas mengingat Jawa Barat mengalami surplus gas yang dapat dikirim ke daerah lain yang kurang pasokan.

Namun, masalah tersebut sudah selesai setelah pencanangan dimulainya pembangunan jaringan pipa gas transmisi Cirebon-Semarang di kawasan rest area KM 379 Tol Batang-Semarang oleh PT. Rekayasa Industri (Rekind) akhir pekan lalu.

Direktur Utama PT Rekayasa Industri Yanuar Budinorman menjelaskan jaringan pipa gas ini akan ditanam di sisi sepanjang jalur tol Trans Jawa sehingga takkan bersinggungan dengan pembebasan lahan. Dari total pengerjaan, hanya sekitar 7 km saja yang pemasangannya masuk di kawasan perkotaan.

“Ditanam dengan jarak sekitar 25 meter dari jalan tol dengan kedalaman 3 meter,” kata Yanuar melalui siaran pers yang diterima, Minggu (9/2/2020).

Ia mengungkapkan, proyek ini sempat tertunda karena belum adanya alokasi gas di masa lalu. Jika dipaksakan, maka proyek tersebut tidak akan memberikan dampak maksimal terhadap perekonomian./

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial menjelaskan, keberadaan pipa Cirebon-Semarang ini merupakan infrastruktur strategis yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang akan menghubungkan pipa sepanjang Jawa dari Banten hingga Jawa Timur dengan panjang 1.538 km.

Keberadaan jaringan pipa gas nantinya menurut Ego akan memenuhi kebutuhan pasar gas domestik. “Untuk pemenuhan kebutuhan domestik, maka infrastruktur harus siap. Gas bukan komoditas ekspor semata,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengayur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Fanshurullah Asa menambahkan tersambungnya jaringan pipa gas ini diharapkan bisa memicu pertumbuhan pabrik-pabrik baru, khususnya di wilayah Jawa Tengah. “Nantinya akan dibangun pabrik pupuk, baja hingga kaca dengan harga gas yang kompetitif,” katanya.

Komitmen untuk mendorong kemajuan industri lewat pasokan gas ini diamini oleh Yanuar. Yanuar optimis pembangunan pipa gas sepanjang 255 kilometer yang dilaksanakan oleh Rekind bisa berdampak positif dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Yanuar juga optimis proyek ini bisa dikerjakan dalam waktu 24 bulan.

PT Rekayasa Industri (Rekind) merupakan perusahaan nasional di bidang perekayasaan, pengadaan, dan konstruksi atau Engineering, Procurement and Construction (EPC). Rekind menjadi satu-satunya perusahaan EPC nasional yang sepenuhnya dimiliki oleh Indonesia dengan Pupuk Indonesia Holding Company sebagai BUMN induknya.

Beberapa proyek pernah mereka kerjakan, antara lain di sektor minyak dan gas, kimia, mineral, pabrik pupuk, dan pembangkit listrik tenaga panas bumi di dalam negeri maupun luar negeri.

(cr4/rls)

Loading...

loading...

Feeds