Padi Masih Mengandalkan Karya Lama

Padi Reborn merilis sebuah single berjudul 'Menanti Keajaiban' yang diaransemen ulang. (ist)

Padi Reborn merilis sebuah single berjudul 'Menanti Keajaiban' yang diaransemen ulang. (ist)

POJOKBANDUNG.com, MEMASUKI – usia seperempat abad, grup musik Padi Reborn tetap mempertahankan eksistensi musiknya. Diawal tahun 2020, mereka merilis sebuah single berjudul ‘Menanti Keajaiban’ dari album Indera Keenam menjadi nomor kedua yang Padi Reborn keluarkan.


Mendapat sambutan positif, Padi Reborn sebelumnya sudah mengeluarkan single perdana yang berjudul ‘Kau Malaikatku’. Bagi Fadly (vokal), Piyu dan Ari (gitar), Rindra (bas), dan Yoyo (drum), Menanti Keajaiban menjadi angin segar bagi penggemar. Sekaligus mengobati rasa kangen Sobat Padi yang sudah lama menanti karya mereka.

Album Indera Keenam (2019), berisi delapan nomor yang terdiri diatasi satu lagu baru dan tujuh lagu lama yang digarap ulang. Album yang dirilis bulan Oktober ini dibuat bersama label Sony Music Indonesia dan menambah warna baru pada lagu-lagu lawas mereka. Perbedaan ini sangat terasa lewat lagu Menanti Keajaiban yang ada pada album Save My Soul (2003).

Gitaris Ari mengatakan, perbedaan mendasar datang dari aransemen musik yang mereka ubah. Dibantu Denny Chasmala sebagai co-produser, kehadirannya justru memberikan konsep akustik yang lebih fresh disetiap nomor di album Indera Keenam.

Vokalis Fadly menuturkan, single aransemen ini memang dipersiapkan dalam rangka peluncuruan single kedua di album Indera Keenam. Bagi dia, meski bukan lagu baru, tapi Menanti Keajaiban memiliki kekuatan dari sisi musik dan pemaknaan yang sangat mendalam.

“Kami merasa Menanti Keajaiban tepat untuk menjadi single kedua. Lagu ini salah satu yang sangat mewakili konsep-konsep spiritual dari filosofis Padi Reborn. Dari sisi vokal, di lagu ini dulu saya sangat meledak-ledak, tapi sekarang jauh lebih lebih filosofis. Ketika take vokal saya merasa ‘dapat’ banget dan ini salah satu lagu yang saya suka,” ungkap Fadly.

Senada dengan Fadly, gitaris Piyu mengungkapkan lagu ini memiliki kekuatan dari sisi lirik. Dalam penciptaannya, lagu ini melalui serangkaian proses yang cukup panjang. Bersama Fadly, Piyu menyusun reff gitar dan Fadly membuat rangkaian melodinya. Dari urutan melodi lagu tersebut barulah masuk ke proses penyusunan lirik.

“Pada akhirnya terciptalah lirik yang paling terakhir itu dan menurut saya itu adalah lirik terbaik yang pernah saya buat. Bukan hanya dari arti kata-katanya, tapi dari roh dan segala macamnya bisa dapat,” jelasnya.

Menurut Piyu, lirik “seharusnya aku tak patut bersedih….” menjadi kesimpulan dari awal sampai akhir. Bahwa tidak perlu takut bersedih karena sejatinya hidup ini hanyalah sebuah perjalanan. Terkadang kita harus berhenti di suatu tempat, kadang kita harus berjalan lagi. Sehingga akhirnya yang disebut menanti keajaiban itu akan terbentuk sendiri.

Sementara Rindra, mengaku gembira lagu ini dipilih sebagai single kedua Padi Reborn. Ia memperkirakan Menanti Keajaiban akan menjadi favorit dari pendengar musik Indonesia. “Dari awal saya senang lagu ini masuk di album Indera Keenam. Lagu unik dan punya alur yang tidak umum, tidak ada pengulangan dan mengalir saja. Di album ini konsepnya akustik dan jadi lebih terdengar bijak. Kami berproses lebih dewasa juga di sini, jadinya maksimal,” imbuh Rindra.

(fid/b)

Loading...

loading...

Feeds

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …