Otak Pembunuhan Berutang Rp 150 Juta

Tersangka utama pembunuhan di kedai ramen (mengenakan kaos tahanan no 2) saat diintrogasi oleh penyidik di Mapolresta. Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung,Selasa (4/1/2020).

Tersangka utama pembunuhan di kedai ramen (mengenakan kaos tahanan no 2) saat diintrogasi oleh penyidik di Mapolresta. Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung,Selasa (4/1/2020).

POJOKBANDUNG.com, KAB.BANDUNG – Kepolisian mengungkap tersangka pembunuhan terhadap karyawan bank keliling memiliki utang sebesar Rp  150 juta.


Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan pengakuan dan keterangan dari para pelaku, sodara LT meminjam uang Rp 150 juta, dari uang yang dipinjam ada kesepakatan untuk membayar sebanyak 150 kali dimana dalam satu kali pembayarannya itu Rp 1,2 juta per hari.

“Rp 1,2 juta ini mungkin berat bagi pelaku untuk membayarnya, karena penghasilan si pelaku hanya sekitar Rp 17 juta dalam satu bulan. Mereka sudah melakukan pembayaran kurang lebih 80 kali, kurang 70 kali lagi. Dan ini pinjamannya untuk kepentingan pribadi,” ungkap Hendra saat ekspos di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa Sore (4/1/2020).

Pelaku utama ini, tambah Hendra, mengotaki pembunuhan berencana tersebut, dan menyuruh R untuk mengeksekusi korban. Pelaku utama adalah manager ramen, yang juga mengelola enam restoran ramen seperti itu. “Jadi bukan pemilik tapi manager daripada ramen tersebut,” tegas Hendra.

Sebelumnya Polresta Bandung mendapatkan laporan penculikan dan penyekapan. Setelah dikembangkan ternyata pembunuhan berencana.  Saat ini Polresta Bandung sudah mengamankan lima orang pelaku yang turut membantu dan dua orang pelaku utama yang mengeksekusi dan membuang jasad korban.

“Lima orang itu peran pembantu, disuruh manager ini membersihkan ceceran darah, mereka tahu tapi tidak melaporkan kepada polisi. Pelaku utama berhasil kita tangkap di Malang Jawa Timur,” jelas Hendra.

Pembunuhan tersebut, menurut Hendra termasuk pembunuhan berencana karena para pelaku sudah menyiapkan peralatannya, seperti pisau, bata kemudian menyewa kendaraan dan lokasi pembuangan. Selain itu juga, Hendra menambahkan bahwa berdasarkan pernyataan pelaku, pelaku ini berpikir kalau bisa menghabisi korban, urusan utang piutang selesai.  “Kita tanya motifnya karena pusing, lalu berpikir untuk menghabisi,” pungkas Hendra.

(fik/b)

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …