Anggaran Makan dan Minum di Puskesos Rp4 M

Sejumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) terjaring razia Satpol PP Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Sejumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) terjaring razia Satpol PP Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung menganggarkan Rp4 miliar untuk keperluan makan dan minum (mamin) di Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos). Anggaran tahunan itu naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp1,5 milyar.


“Tahun ini kami menganggarkan Rp4 milyar, untuk kebutuhan makan dan minum, orang-orang yang direhabilitasi di Puskesos. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp1,5 milyar” ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial, Perdagangan Orang dan tindak kekerasan, Dinsosnangkis Kota Bandung, Yogaswara, Selasa (4/2/2020).

Yogaswara mengatakan, Puskesos digunakan untuk merehabilitasi PMKS yang terjangkau (terjaring,red). Menurutnya, pada 2018 jumlah PMKS yang terjangkau sebanyak 2.800 orang.

“Untuk yang memiliki keluarga, kami kembalikan ke keluarganya. Sekarang yang masih di Puskesos sebanyak 70 orang. Termasuk ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) sebanyak 22 orang,” tambahnya.

Jumlah ODGJ tersebut, sudah dikurangi dengan ODGJ yang dikirim ke Yayasan Mentari.

“Yayasan ini memang khusus menangani orang-orang dengan gangguan jiwa. Namun karena kuotanya terbatas, kami hanya bisa menitipkan ODGJ sebanyak 24 orang. Mereka adalah orang-orang yang kondisi kejiwaannya berat dibandingkan dengan yang lain,” sambungnya.

Ditanya mengenai jumlah PMKS di Kota Bandung, Yogaswara mengaku tidak tahu persis. Karena angkanya fluktuatif.

“Hanya saja, untuk jumlah pengemis dan gelandangan, mayoritas bukan warga Kota Bandung. Berbeda dengan anak jalanan, mereka mayoritas warga Kota Bandung,” paparnya.

Pada kesempatan ini, Yogaswara mengingatkan kepada masyarakat, agar tidak memberikan sedekah kepada pengemis dan gelandangan di pinggir jalan. Pasalnya, jika pengemis dan gelandangan mendapatkan uang di jalanan, maka mereka akan malas dan lebih betah di jalan ketimbang bekerja.

“Kalau mau memberikan sedekah, titipkan saja kepada yayasan resmi agar bisa disalurkan dengan tepat sasaran,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengatakan, keberadaan Puskesos di Kota Bandung ini sudah baik. Hanya tinggal koordinasi dari semua SKPD untuk menanggulangi kemiskinan.

“Karena mengentaskan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial. Sehingga harus ada kerjasama antara dinas-dinas terkait,” pungkasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …