Hadapi Era Industri 4.0 dengan SDM Berkarakter

Ketua LL Dikti Jabar dan Banten, Uman Suherman menjadi keynote speaker pada Stadium Generale Kolaborasi dan Akselerasi Kualitas SDM Indonesia Era Revolusi Industri 4.0 yang digelar ARS University di Bandung, kemarin.

Ketua LL Dikti Jabar dan Banten, Uman Suherman menjadi keynote speaker pada Stadium Generale Kolaborasi dan Akselerasi Kualitas SDM Indonesia Era Revolusi Industri 4.0 yang digelar ARS University di Bandung, kemarin.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Jabar dan Banten meminta setiap perguruan tinggi senantisa meningkatkan SDM. Hal itu untuk menghadapi perkembangan dan tangangan global, khususnya dunia digital atau Era Revolusi Industri 4.0.


Ketua LL Dikti Jabar dan Banten, Uman Suherman mengatakan, era digital harus dihadapi dengan SDM yang berkompeten. Pengembangan kompetensi tentunya sangat penting. Salah satunya, memperkuat karakter dengan mengembangkan kapasitas pribadi baik untuk tenaga pengajar maupun mahasiswa.

“Kita harus memperkuat karakter dan kompetensi SDM yang mempunyai kapasitas,” ujar Uman usai menjadi keynote speaker pada Stadium Generale Kolaborasi dan Akselerasi Kualitas SDM Indonesia Era Revolusi Industri 4.0 yang digelar ARS University di Bandung, kemarin.

Ketua Yayasan Graha Harapan Generasi (YGHG), Joddy Hernady menambahkan, yang perlu dikuatkan ialah karakter SDM. Sebab, tantangan kedepan akan lebih sulit.

“Harus tambah wawasan. ARS University harus menyiapkan SDM kedepannya untuk antisipasi tantangan kedepan,” jelasnya.

Kata dia, untuk menjawab tantangan itu pihaknya menyesuaikan kurikulum pendidikan sesuai kebutuhan zaman. Misalnya peningkatan teknologi.

“Kita coba merubah kurikulum baik dengan digitalpreneur atau digitaltalent. Kita rubah karena perusahaan bertransformasi ke arah sana,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor ARS University Dr. Purwadhi mengatakan, seminar ini secara langsung memberikan wawasan pada mahasiswa terkait perkembangan digital sekaligus merubah cara berfikir mahasiswa.

“Mahasiswa jangan berfikir ingin ijazah atau IPK tinggi, tapi berfikir bagamana jadi leader di zaman sekarang,” jelasnya.

Kata dia, untuk menghadapi perkembangan zaman pengetahuan dan wawasan, kecakapan serta kepribadian harus dilatih dari sekarang.

“Kami terus tingkatkan wawasan mahasiswa dan tenaga pendidik salah satunya lewat kegiatan seminar. Saya yakin pendidikan yang sedang dikembangkan bisa memberi dan membuka peluang di zaman industri 4.0,” pungkasnya.

(cr4)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …