Saya Sembuh dari Katarak Berkat JKN-KIS

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI –Mata yang sehat selalu jadi keinginan semua orang, apalagi di usia senja. Maksud hati menjaga kesehatan, justru cobaan datang tanpa diundang. Hal inilah yang dialami Rustaman (70), salah seorang priayang menderita katarak setahun silam. Warga Cibeureum, Kota Cimahi ini telah menjalani operasi sehingga kini rutin menjalani kontrol tiap bulan sekali. “Sakit matanya sudah lama. Baru tahun lalu rutin ke rumah sakit. Setelah dicek dokter, saya dianjurkan operasi. Sekarang tinggal kontrol sebulan sekali. Alhamdulillah, ada perkembangan yang saya rasakan,” ceritanya saat ditemui tim Jamkesnews di kediamannya.


Selama perawatan, Rustaman dilayani dengan baik. Ia menjalani operasi di Rumah Sakit Kasih Bunda, Kota Cimahi. Ia bersyukur sudah punya jaminan kesehatan dari Pemerintah. Ia tercatat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN. “Di Kasih Bunda pelayanannya baik. Petugasnya juga telaten memberikan perawatan. Alhamdulillah, tidak  ada biaya yang saya keluarkan karena saya sudah jadi peserta JKN,” ungkapnya.

Kini, Rustaman mulai sumringah. Tak ada nyeri dan gangguan lagi yang ia rasakan. Ia hanya fokus untuk proses kesembuhan dengan rutin memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Ia amat berterima kasih dengan program JKN lantaran biaya operasinya ditanggung. Tak lupa ia mengapresiasi kinerja baik yang ditunjukkan oleh RS Kasih Bunda. “Sekarang sakitnya sudah hilang, sudah lebih enak. Saya mungkin masih cari biaya lagi kalau tidak punya kartu ini,” serunya.

Ia menceritakan, selama menjalani pengobatan baik pelayanan yang didapat sangat memuaskan. Awalnya saya cemas dengan biaya pengobatannya, khawatir kalau biaya yang saya siapkan tidak cukup untuk biaya penyembuhan mata saya. Ternyata, saya tidak mengeluarkan biaya sama sekali terhadap pengobatan mata saya dan sekarang bisa melihat dengan baik kembali.

Sebelumnya, Rustaman khawatir dengan gejala yang ia rasakan. Menurutnya, penyakit tersebut berkembang secara perlahan. “Awalnya saya tidak menyadari kalau sakit katarak. Saya kira hanya faktor usia karena memang pandangan mulai buram. Mata saya juga sensitif kalau lihat silau cahaya, seperti ada lingkaran di sekelilingnya. Kalau malam hari saya kesulitan untuk melihat,” bebernya.

“Saya bersyukur sekali memiliki kartu JKN-KIS, sehingga saya dapat melihat lagi. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada BPJS Kesehatan. Saya berharap program JKN-KIS tetap berlangsung dan kepada peserta JKN-KIS yang sudah terdaftar untuk selalu membayar iuran tepat waktu. Saya selalu mengatakan kepada keluarga saya yang belum menjadi peserta JKN-KIS, untuk segera mengurus karena kita tidak tahu kapan kita sakit dan biaya berobat di rumah sakit sekarang ini sangat mahal,” tutupnya.

(dh)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …