Pengelolaan Investasi Dana BP Jamsostek Sudah Sesuai Regulasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Maraknya informasi soal kondisi investasi Industri Asuransi yang berkembang, termasuk tentang BP Jamsostek di ruang publik membuat Agus Susanto, Direktur Utama BP Jamsostek angkat bicara.


Dirinya menyebut, kondisi pengelolaan dana BP Jamsostek dalam kondisi aman ditengah maraknya pemberitaan terpuruknya investasi beberapa BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak di bidang jasa asuransi.

“Saya tegaskan bahwa kinerja investasi BP Jamsostek dalam kondisi aman, tidak ada kerugian, dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan meraih capaian yang baik,” tegasnya.

Agus menambahkan, di tengah dinamika kondisi investasi global dan Indonesia, kinerja investasi BP Jamsostek masih on the track. Ia menguraikan dana kelolaan BP Jamsostek telah mencapai Rp431,7 triliun pada akhir Desember 2019, dan mencatatkan hasil investasi sebesar Rp29,2 triliun.

Bahkan pada capaian YOI pada tahun 2019 tersebut mencapai sebesar 7,3 persen, lebih atau lebih tinggi dari kinerja IHSG yang hanya mencapai 1,7 persen. BP Jamsostek juga telah memberikan hasil pengembangan Jaminan Hari Tua (JHT) kepada pesertanya mencapai 6,08 persen p.a.

“Kami selalu berpegang teguh pada aturan yang berlaku, seperti PP No. 99 tahun 2013 dan PP No. 55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen investasi yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya. Ada juga Peraturan OJK No. 1 tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan pada Surat Berharga Negara sebesar minimal 50 persen,” papar Agus.

Untuk mengantisipasi kondisi pasar modal, Agus menjelaskan, pihaknya telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed income hingga mencapai 71 persen dari total portofolio, sehingga tidak terpengaruh langsung dengan fluktuasi IHSG.

Agus juga menuturkan, kepemilikan saham BP Jamsostek mayoritas merupakan saham kategori Blue Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98 peraen. Namun ada juga saham yang pernah di LQ45, namun sudah keluar, seperti antara lain saham PGAS dan ANTM. Jumlah saham non LQ45 tersebut hanya sekitar 2 persen besarannya dari total portofolio saham.

“Untuk saham, BP Jamsostek hanya berinvestasi pada emiten BUMN, emiten dengan saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas yang baik dan memberikan deviden secara periodik,” tegasnya.

Agus sangat berterimakasih dan berjanji akan terus mengawal serta memastikan, kegiatan operasional selalu berjalan pada koridor yang telah ditentukan.

“Kami juga berharap masyarakat juga ikut andil dalam mengawal operasional. Pengelolaan sangat transparan dan seluruh pekerja bisa ikut mengawasi operasional kami”, tutup Agus.

Senada, Deputi Pencegahan Korupsi KPK, Pahala Nainggolan mengatakan, kinerja BP Jamsostek dalam bidang pengelolaan investasi secara keseluruhan telah mencapai hasil yang baik, dan tidak ada temuan KPK tentang kerugian pada investasi BP Jamsostek.

“Kami tentunya akan terus mengawasi kinerja BP Jamsostek, terutama bidang investasi. Dalam pengawasan kami, tidak ada ditemukan kerugian Rp13 triliun seperti isu yang diedarkan pihak tidak bertanggungjawab,” tuturnya.

Dirinya berpesan BP Jamsostek yang saat ini tengah menjadi sorotan karena besarnya dana yang dikelola, harus terus fokus menjaga Good Governance, dan mengelola kegiatan operasional secara prudent, serta jangan takut menghadapi intervensi dari pihak manapun.

“Kami siap mendampingi untuk menghadapi intervensi dari dalam atau luar dalam pengelolaan dananya. Bagi KPK ini merupakan cara strategis pencegahan korupsi dan bagian dari pelayanan publik,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Tarif PPh Turun, WP Diimbau Segera Lapor SPT

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Sesuai Perppu 1 Tahun 2020 pemerintah telah menurunkan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya sebesar 25 persen menjadi 22 …