Owner PT Pusaka Mas Persada Didemo

TUNTUTAN : Warga membentangkan tuntutan di kantor pemasaran PT Pusaka Mas Persada Jl Raya Rancaekek Kab. Bandung, Minggu (2//2/2020). Foto: Deden Kusdinar

TUNTUTAN : Warga membentangkan tuntutan di kantor pemasaran PT Pusaka Mas Persada Jl Raya Rancaekek Kab. Bandung, Minggu (2//2/2020). Foto: Deden Kusdinar

POJOKBANDUNG.com, RANCAEKEK – Ratusan warga penghuni perumahan Green Sukamanah Residence (GSR) jalan raya Rancaekek majalaya km 5 RT 04 RW 02 Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Minggu pagi (2/2/2020) melakukan aksi demo terhadap pihak owner developer di depan gerbang lingkungan GSR.


Meskipun begitu aksi warga tersebut berjalan dengan tertib. Ratusan warga penghuni perumahan GSR tersebut membekali diri dengan baligo serta spanduk, bergerombol serta sempat membentangkanya baligo tuntutannya di gerbang.

TUNTUTAN : Warga membentangkan tuntutan di kantor pemasaran PT Pusaka Mas Persada Jl Raya Rancaekek Kab. Bandung, Minggu (2//2/2020). Foto: Deden Kusdinar

Adapun tuntutan mereka bentuk realisasi janji pihak developer masalah penanggulangan banjir yang terjadi di wilayah perumahan mereka.

Sebelum demo, karena harapan mereka dapat berdialog langsung dengan owner PT Pusaka Mas Persada dalam hal ini Erwin Senjaya Jo Hartanto susah dilakukan. Keinginan mereka menyampaikan aspirasinya secara langsung terhadap pemilik susah menemui titik temu.

”Akhirnya warga GSR menyuarakan bentuk aspirasinya melalui Unras demo dilokasi dengan harapan agar lebih didengar oleh pemilik PT Pusaka Mas Persada,” ujar perwakilan warga.

Sementara Kepala pelaksana Lapangan Green Sukamanah Residence, Yadi Sudarmadji, saat dimintai tanggapan oleh Pojokbandung via telepon mengatakan, langkah-langkah awal dalam penangulangan sudah merupakan tanggung jawab perusahaan.

”Semuanya akan kami laksanakan,sebagai konsekwensi pihak kita dalam menanggulangi permasalah banjir yang terjadi. Namun perlu kita pahami banjir yang terjadi disini, selain cuaca musim sekarang dengan intensitas hujan yang tinggi juga disebabkan dari berbagai faktor. Hal itu bukan semata kesalahan dari pihak pengembang. Seperti sekarang terjadi beberapa anak sungai masuk ke sungai Citarik. Yang menjadikan debit sungai Citarik meluber ke beberapa wilayah,” papar Yadi.

”Juga ada terjadi rembesan dari buangan warga yang masuk ke wilayah GSR ini,” sambung Yadi.

Masih menurut Yadi bahkan banjir yang kadang terjadi sepertinya bukan hanya tanggung jawab warga GSR dan pengembang, tapi harus melibatkan pemerintahan setempat.

”Seperti tempo hari saya sudah komunikasikan dengan pihak kepala desa sekaligus mendapatkan informasi bahwa pengerukan Sungai Citarik akan dilaksanakan tahun 2020 ini. Jadi langkah-langkah yang akan kami laksanakan sesuai konsekwensi awal melakukan langkah-langkah penanggulangan yang lebih optimal,” pungkas Yadi.

(den)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …