Kementerian Lingkungan Hidup Ingatkan Sanksi Tegas Impor Sampah

Kementerian Lingkungan Hidup Ingatkan Sanksi Tegas Impor Sampah

Kementerian Lingkungan Hidup Ingatkan Sanksi Tegas Impor Sampah

BANDUNG – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengingatkan ada sanksi bagi pengusaha yang mengimpor sampah. Praktik bisnis seperti itu sangat membahayakan bagi masyarakat.


Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3), KLHK, Rosa Vivien Ratnawati menyatakan sampah impor telah dilarang keras oleh pemerintah sesuai yang tertuang di Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 92 Tahun 2019.

“Indonesia bukan tempat sampah. Yang boleh (diimpor) adalah bahan baku kertas scrap, plastik scrap. Peraturannya sudah jelas. Bahan baku tidak boleh campur sampah, limbah B3 dan dari TPA,” ungkap dia saat kunjungan kerja di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (1/2/2020).

Ia mengakui bahwa sampah dengan pengelolaan yang baik bisa menjadi mata pencaharian, contohnya seperti yang dilakukan oleh sebagian warga Bangun. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan pencemaran lingkungan akibat sampah ini tidak bisa dibiarkan.

“Ada sanksi bagi pengusaha pengimpor sampah, yakni berupa re-ekspor atau mengirim kembali ke negara asal,” kata dia.

“Sudah 400 kontainer kembali ke negara asal sejak Agustus tahun lalu. Dengan dukungan Komisi IV DPR RI juga, sisa 1.078 kontainer di Tanjung Priok saat ini juga akan segera dikembalikan ke negara asal. Kalau pengusaha tidak mau menjalankan, terpaksa kita sanksi pidana,” tegasnya.

Rosa berterima kasih pada Komisi IV DPR RI atas dukungan secara politik terhadap persoalan terkait problem sampah impor. Dari kunjungan tahun lalu, menurutnya saat ini sudah cukup baik. Sebelumnya, sampah-sampah ekspor tersebut digunakan sebagai pembakaran di pabrik tahu namun kini tidak diperbolehkan lagi

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminudin menambahkan, bagi masyarakat yang menjadikan sampah sebagai mata pencaharian, pihaknya berjanji akan mencari solusi pengganti.

“Sampah akan lebih dipilih dan dipilah untuk manfaat jangka pendek maupun panjang,” ucap dia. (cr4/rls)

Loading...

loading...

Feeds

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …