Puluhan Barista Adu Kepiawaian di Coffee Expo Competition

MERACIK: Seorang peserta sedang meracik kopi saat event Coffee Expo Competition di  GSG Unjani, Jalan Terusan Jenderal Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (31/1).

MERACIK: Seorang peserta sedang meracik kopi saat event Coffee Expo Competition di GSG Unjani, Jalan Terusan Jenderal Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (31/1).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) menggelar kegiatan Coffee Expo Competition di GSG Unjani, Jalan Terusan Jenderal Gatot Subroto, Kota Bandung. Kegiatan tersebut diikuti 20 peserta (barista) dari cafe-cafe kopi di Bandung Raya, Jumat (31/1/2020).


Ketua Jurusan Teknik Industri Unjani, Cucu Wahyudin menjelaskan,
melalui Coffee Expo Competition pihaknya ingin mengenalkan peluang industri kopi kepada mahasiswa.

“Kita mengambil tema barista atau peracik kopi, dalam memperkenalkan bagaimana peluang industri kopi di Jabar. Pesertanya ada 20 orang,” ucap Cucu saat ditemui disela-sela kegiatan.

Cucu melanjutkan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari project kelas dengan melaksanakan kegiatan Industrial Engginering Festival (Interval). Menurutnya, industri kopi saat ini merupakan unggulan di Jabar, sehingga banyak peluang bagi mahasiswa untuk terjun di industri tersebut. Mulai dari hulu sampai hilir, seperti kafe-kafe kopi.

“Industri kopi ini, untuk demandnya tinggi tapi suplainya kurang. Karena walau kafe kopi ini banyak, tapi petani kopi tidak bertambah,” imbuhnya.

Cucu menegaskan, kompetisi meracik kopi dinilai oleh sembilan juri yang berkompeten di dunia barista. Ia menyebut, dengan penjurian tersebut, menjadi nilai lebih bagi para peserta.

“Selain mempromosikan kopi juga memberi pengalaman dan barista terverivikasi oleh dewan juri yang berkompeten. Selain itu mahasiswa kita juga ada yang sudah ada yang terjun ke dunia barista juga,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Industrial Engineering Festival (Interval) 5, Sofian Budhi Poetra menambahkan, dalam Coffee Expo Competition setiap peserta disediakan alat meracik sekaligus bahan baku salah satunya dari Perhutani.

“Tapi ada juga peserta yang membawa alat sendiri. Intinya yang jadi penilaian ialah bagaimana cara meracik kopi, mulai dari aroma, tekstur dan rasa,” jelasnya.

Ia berharap, dengan digelarnya kegiatan tersebut bisa semakin menggugah antusias warga khususnya mahasiswa mengetahui bagaimana cara mengolah kopi dari awal hingga disajikan.

“Ini event tahunan, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi motivasi baik bagi barista atau masyarakat lainnya, apalagi saat ini trend kopi dikalangan kaum milenial sangat tinggi,” pungkasnya.

(fid)

 

Loading...

loading...

Feeds

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …