Masalah dan Stigma Negatif Industri Pertanian Perlu Solusi

POJOKBANDUNG.com, – Harga produk pertanian yang meningkat pada momentum hari raya kerap disebut sebagai penyebab inflasi. Namun, ada banyak masalah yang luput dari perhatian berkaitan dengan industri pertanian.


Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengkritik lembaga yang kerap menyebut harga produk pertanian menyebabkan inflasi. Stigma itu membuat produk pertanian susah berkembang karena selalu menjadi kambing hitam.

“Kalau beli produk pertanian, semua ngomong inflasi. Ketika lebaran, orang ribut omong harga cabai, bawang, kol, dan lainnya. Tetapi mereka tak pernah meributi harga baju naik. Sepatu naik. Sewa mobil naik dan harga tiket naik,” kata dia usai menggelar rapat kerja nasional pertanian, Senin (27/1/2020).

Semua pihak yang terkait harus mau mencari solusi terhadap problematika di industri pertanian. Salah satunya adalah daya dukung lingkungan yang menurun dan perubahan iklim.

Hal ini diperparah dengan masifnya kerusakan hutan, gunung, pencemaran sungai serta menyempitnya areal pertanian. Terlebih, minat usaha pertanian menurun karena sitgma negatif bahwa bertani itu kotor dan kumuh.

Masalah lain adalah penurunan daya dukung masyarakat terhadap produk pertanian. Masyarakat lebih menyukai impor dibanding beli produk pertanian dalam negeri. Kemudian perlakuan diskriminasi kebijakan untuk petani. Misalnya, subsidi untuk petani disebut inefisiensi.

“Tapi ketika orang-orang kaya ngemplang bank, harus diganti oleh keuangan negara. Investasi diberikan kepada orang kaya, terus hilang seperti kasus Jiwasraya, itu tak disebut inefisien. Padahal subsidi pertanian itu dinikmati jutaan orang,”ucap dia.

“Masalah menyempitnya lahan pertanian, harus ada revisi rencana tata ruang dan wilayah. Harus dipilih, mau kembangkan tambang atau pertanian,” ia melanjutkan.

Sementara untuk mengatasi sumber daya manusia, industri pertanian diintgrasikan dalam sistem pendidikan. Mata pelajaran siswa di sekolah bisa dipadukan dengan pertanian atau disebut sekolah alam. Lalu solusi problem lainnya seperti stigma inflasi dan inefisiensi subsidi, itu berkaitan dengan kesadaran dan pemahaman pemerintah tentang arti penting pertanian.

(cr4)

Loading...

loading...

Feeds

Bandung Barat “Caang”

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Setidaknya 60 anggota Karang Taruna Kabupaten Bandung Barat dari tiga kecamatan diberikan pelatihan membuat lampu bohlam hemat …

Eyang Anom Dipenjara 15 Tahun

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Supriadi alias Eyang Anom (50) harus menjalani hukuman penjara kurang lebih 15 tahun. Dukun cabul itu melakukan …

Siap Kerja Keras untuk Tim

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menjelang kick-off Liga 1 2020, kapten Persib Bandung, Supardi Nasir Bujang menyampaikan harapannya bersama Pangeran Biru. Selain …

Bupati Ajak Petani Tanam Sabuk Gunung

POJOKBANDUNG.com, CIMENYAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mensosialisasikan Instruksi Bupati (Inbup) nomor 1 tahun 2020 tentang Pola Tanam Perlindungan dan …

18 Anggota Dapatkan Penghargaan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG– Kapolres Subang, AKBP Teddy Fanani memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota Polres Subang yang berprestasi pada apel pagi di …

Warga Ngungsi ke Kolong Jembatan

 POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Ribuan rumah di wilayah Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang terendam banjir. Akibatnya, warga sekitar terpaksa meninggalkan rumah mereka. …

Siapkan 300 Relawan Cegah Kedaruratan

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi siagakan relawan kedaruratan. Jumlah Relawan Rawat Layad sebanyak 300 orang. Nantinya seluruh …