Sebarkan Edukasi untuk Menekan Angka Malnutrisi

POJOKBANDUNG.com, – Isu malnutrisi (gizi buruk) menjadi salah satu masalah yang dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat. Edukasi dan kesadaran mengenai pentingnya pemenuhan gizi harus terus dilakukan secara masif kepada masyarakat.


Hal ini mengemuka dalam sosialisasi yang dihelat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bekerjasama dengan Frisian Flag Indonesia (FFI) di Cirebon, Jawa Barat. Acara tersebut merupakan rangkaian dari program #IndonesiaSIAP (Sadar Gizi, Inisiatif, Aktif, Peduli) sekaligus memperingati Hari Gizi Nasional dengan tema “Gizi Optimal untuk Generasi Milenial”.

Ketua IDI Kabupaten Cirebon, dr. Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein menyatakan, kecukupan asupan protein hewani sangat penting sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan gizi. Asam amino esensial yang terkandung di dalamnya merupakan komponen gizi dari luar tubuh yang sangat diperlukan.

Jika hal tersebut tidak bisa terpenuhi, maka dapat menggangu pertumbuhan tubuh. Asam folat dan zat besi juga merupakan zat gizi penting untuk dipenuhi sejak usia remaja atau usia subur.

“Memastikan edukasi dan pemahaman kesehatan reproduksi, termasuk kecukupan gizi, sejak remaja juga dapat membantu lahirnya generasi unggul di masa mendatang, termasuk di dalamnya terbebas dari stunting. Oleh karenanya, penting bagi para calon orang tua membuat perencanaan dan mempersiapkan kesehatan reproduksi sejak usia remaja,” ujar dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni mengakui bahwa Isu malnutrisi menjadi tantangan bagi wilayah Jawa Barat, termasuk Cirebon. Berbagai inisiatif telah dilakukan seperti pemberian tablet penambah darah untuk para remaja dengan kepatuhan minum obat mencapai 61,2 % dari sasaran 98.538 remaja.

Lalu, kepada sasaran ibu hamil 52.975 dengan anemia 10,72 % atau 5.679 orang di Kabupaten Cirebon. Terdapat kasus gizi buruk anak balita mencapai 465 kasus.

“Selain itu, berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait perlu dilakukan, guna membantu terbentuknya generasi unggul di masa mendatang. Tentu saja upaya ini kami lakukan sejalan dengan agenda presiden, salah satunya merupakan penguatan program promotif dan preventif melalui pemenuhan gizi dan imunisasi balita,” kata Eni.

Sementara itu, perwakilan PERGIZI PANGAN Indonesia, Dr. dr. Mira Dewi memaparkan “Program #IndonesiaSIAP merupakan upaya meningkatkan kesadaran gizi masyarakat melalui kegiatan edukasi dan literasi gizi, serta penerapan gaya hidup aktif dan sehat yang melibatkan 15.000 keluarga Indonesia.

“Program ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat Cirebon untuk diadaptasi menjadi salah satu solusi dalam menekan angka kekurangan gizi yang terjadi pada masyarakat,” katanya.

Kolaborasi ini diawali dengan kerja sama Frisian Flag Indonesia dengan PERGIZI PANGAN Indonesia yang menghadirkan produk susu bubuk Kompleta. Produk susu ini diformulasikan dengan memenuhi semua regulasi yang berlaku, dan mempertimbangkan kandungan gizi yang dibutuhkan masyarakat.

“Kompleta hadir sebagai salah satu pemenuhan sumber protein hewani, kalsium yang tinggi, vitamin A, vitamin B12, asam folat, vitamin D, zat besi, zink, magnesium , dan diperkaya 6 vitamin lainnya yang diperlukan oleh tubuh” ungkap Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro.

(cr1/rls)

Loading...

loading...

Feeds

XL Axiata Perpanjang Gratis Akses 2GB/hari

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melanjutkan program gratis 2GB/hari sesuai dengan keputusan pemerintah yang memperpanjang tanggap darurat guna menghindari …