Dewan: Warga Gang Apandi dan Pemilik Lahan Harus Berdamai

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Komisi A DPRD Kota Bandung berharap perbedaan pendapat antara warga Gang Apandi dengan Pemilik lahan, segera diselesaikan.


“Pada dasarnya, kami mendukung upaya rekonsiliasi yang tengah dijajaki antara pemilik lahan Gang Apandi, dengan warga sekitar,” ujar anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Aan Andi Purnama.

Aan berharap proses komunikasi dan inisiasi perdamaian yang dilakukan mampu mengedepankan kerukunan demi kondusifitas Kota Bandung.

Menurut Aan, solusi dari perselisihan antara pemilik lahan dengan sekelompok warga bisa terwujud jika pihak pemilik lahan di Gang Apandi, Josafat Winata, bisa mencapai kesepahaman dengan warga.

“Saya dan beberapa anggota dewan lainnya telah menerima audiensi 7 orang warga RW 08, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, beberapa waktu lalu,” terangnya.

Tetapi setelah mengkaji dokumen legal terkait, Aan mengaku baru mengetahui jika kepemilikan hak lahan berdasarkan sertifikat atas nama Josafat itu telah diperpanjang beberapa kali sejak 1961.

“Saya memahami adanya kekhawatiran 7 orang warga tersebut terkait rencana penutupan Gang Apandi oleh pemilik lahan.

Selain dianggap menutup jalur lalu lintas penghuni sekitar lahan itu, warga juga takut bangunan cagar budaya yang berada di dalam lahan yang sama ikut beralihfungsi,” paparnya.

Mengenai kekhawatiran warga terkait ditutupnya Gang Affandi, Aan menambahkan, sebetulnya ada gang lain yang menjadi urat nadi lalu lintas warga.

Gang tersebut adalah Gang Cikapundung. Rutenya memanjang di sisi lahan milik Josafat. Gang Cikapundung ini memiliki konektifitas terbuka yang terhubung hingga ke Jalan Banceuy dan Jalan Suniaraja.

“Dengan tersedianya akses-akses lain selain gang yang dipersoalkan warga, tentu tidak adil dan tidak logis jika ada upaya merampas hak milik seseorang yang sudah ada sejak tahun 1961 itu,” tambah Aan.

Aan menegaskan, sebagai anggota dewan dirinya selalu menempatkan diri sebagai penengah jika terdapat konflik antarwarga.

Dalam kasus Gang Affandi ini, posisi Josafat juga tentu merupakan bagian dari warga RW 08 Kelurahan Braga. Oleh karena itu, baik DPRD Kota Bandung maupun Pemkot Bandung wajib melindungi hak-hak warganya.

“Jika berkaitan dengan klaim atas sebuah lahan, maka semua pihak wajib mengedepankan fakta hukum di lapangan yang dibuktikan dengan sertifikat sah,” tambahnya.

Dihubungi terpisah, juru bicara pemilik lahan Gang Affandi, Irvan Ansori Mutaqin mengatakan gang yang disinggung berada di atas lahan milik Josafat Winata. Gang itu berada di dalam data fisik dan yuridis dari Sertifikat HGB No. 747, No. 781, dan No. 782 Kelurahan Braga milik Josafat Winata. Berdasarkan data Bagian Aset Pemkot Bandung, gang yang ditunjukkan itu bukan merupakan aset milik Pemkot Bandung.

Sertifikat hak milik itu juga serangkaian dengan bangunan cagar budaya yang menjadi pertokoan di Jalan Braga dengan panjang sekitar 30 meter. Mulut gang dari Jalan Braga itu merupakan akses ke lahan bagian belakang dengan total luas lahan dalam HGB mencapai 3 ribu meter persegi.

Mengenai kekhawatiran warga terkait ditutupnya Gang Affandi, Irvan menambahkan, sebetulnya ada gang lain yang menjadi urat nadi lalu lintas warga. Gang tersebut adalah Gang Cikapundung. Rutenya memanjang di sisi lahan milik Josafat.

“Beberapa bulan terakhir ini, kami telah menginisiasi pemberian dana kompensasi bagi warga sekitar. Namun, kami dihadapkan pada beberapa penolakan warga,” katanya.

Saat ini mereka masih menunggu adanya sambutan baik dari sekelompok warga, mengikuti niat baik sejumlah warga yang sempat menyambut baik upaya rekonsiliasi ini.

“Meskipun kami telah mengantongi sejumlah bukti sertifikat, tetapi niat kami hadir di Braga hanya untuk memperkuat tali silaturahmi bersama warga sekitar. Maka jika ada hambatan seperti saat ini, kami tetap menempuhnya perlahan, karena kami tidak ingin berkonflik dengan siapapun, apalagi dengan tetangga sendiri,” kata Irvan.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Turun

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini dari 3,1 persen menjadi 3 persen. Meski …

Siap Maksimal di Kejuaraan Taekwondo Jabar

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Pada perhelatan Kejuaraan Tekwondo tingkat Provinsi Jawa Barat ITN Open IV, Kabupaten Subang turunkan 32 atlet. Kejuaraan …

Bencana Terus Datangi Kabupaten Subang

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (8/9/2019) dini hari, membuat sejumlah jalan dan pemukiman warga di wilayah …

Harga Eceran Bawang Putih Masih Mahal

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Harga bawang putih berangsur turun. Itu terjadi di sejumlah  Pasar tradisional Kota Cimahi. Pedagang di tingkat eceran …

Launching Tim Persib Tanggal 25

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persib Bandung akan segera memperkenalkan skuat yang akan mengarungi kompetisi Liga 1 2020 dalam balutan acara launching …
penggugat

Advokat Harus Bekerja Sesuai Kode Etik

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Umum Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari), Teguh Samudra mengingatkan anggotanya bekerja sesuai dengan kode etik. Jika …

Persib Vs Persikabo tanpa Penonton

POJOKBANDUNG .com, BANDUNG – Uji tanding antara Persib Bandung dan Tira-Persikabo dipastikan berpindah venue. Laga tersebut awalnya akan berlangsung di …

Tak Mau Kadernya Promosikan Keluarga

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menyoroti situasi politik 2024 mendatang. Pada tahun …