Sampah Organik yang Masih Mendominasi

Salah satu Armada pengangkut sampah milik Pemkot Cimahi bergerak menuju TPAS Sarimukti Kabupaten Bandung Barat, Rabu, (22/1/2020).

Salah satu Armada pengangkut sampah milik Pemkot Cimahi bergerak menuju TPAS Sarimukti Kabupaten Bandung Barat, Rabu, (22/1/2020).

POJOKBANDUNG.com,CIMAHI – Sedikitnya 50 persen dari 81. 279 ton sampah yang dibuang masyarakat Kota Cimahi, ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS), masih didominasi sampah organik. Jumlah tersebut berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi sepanjang 2019.


Menurut Kepala DLH Kota Cimahi, Mochammad Ronny menyebutkan, cakupan pelayanan sampah yang dibuang dari Kota Cimahi TPAS sepanjang tahun 2019 mencapai 81.279 ton.

“Untuk komposisi sampah yang dihasilkan masih didominasi oleh sampah organik yang mencapai 50 persen, sampah kertas 8,6 persen, sampah plastik 15,6 persen, sampah logam 3,1 persen, sampah kain 5,3 persen, sampah gelas kaca 3,0 persen, sampah B3 RT 1,4 persen. Sampah lainnya itu 12,5 persen,” kata Ronny.

Menurutnya, selama ini jumlah tonase sampah yang dihasilkan dari masyarkat Kota Cimahi dan dibuang ke TPAS Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2018.

“Kalau rata-rata per harinya itu sekitar 223 ton sampah yang dibuang ke TPA, sedangkan pada tahun 2018 itu ada 82.429 ton setahun. Kalau per harinya 225 ton,” terangnya.

Untuk pelayanan keseluruhan pengelolaan sampah yang ditangani DLH Kota Cimahi, kata Rony, masih berada pada posisi 95 persen. “Nah, tahun ini kita targetkan sampai 97 persen untuk target pelayanan sampah. Sisanya itu ditahun berikutnya,” ujarnya.

Ronny menilai, jumlah kendaraan yang ada saat ini cukup untuk melayani pembuangan sampah di Kota Cimahi. Dalam mobilisasi pengangkutan sampah, pihaknya sudah menyiapkan 39 kendaraan besar yang ditunjang dengan motor dan gerobak sampah.

“Kita punya 39 kendaraan. Di RW juga sudah kita distribusikan tahun lalu 58 motor sampah 50 gerobak sampah,” tuturnya.

Dikatakan Ronny, pihaknya terus berupaya melalukukan pengurangan sampah yang dibuang ke TPA. Seperti dengan program Zero Waste. Melalui program tersebut, pihaknya akan menyasar seluruh RW dan kelurahan secara bertahap agar mereduksi sampah dari rumah.

Selain itu, pihaknya juga mulai menyasar sekolah dari mulai tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk mengkamnpayekan pembiasaan pelajar membawa tempat makan dan minum sendiri.

“Jadi intinya bagaimana sampah memiliki nilai manfaat agar yang dibuang ke TPA tidak lebih banyak,” pungkasnya.

(bie)

Loading...

loading...

Feeds