Dua Remaja Asal Kabupaten Bandung Jadi Korban Perdagangan Anak

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung berhasil mengungkap kasus perdagangan anak dengan modus dijanjikan bekerja sebagai pekerja restoran di sebuah kafe di Pangkal Pinang, Provinsi Riau. Hal tersebut diungkapkan saat gelar perkara di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (10/1/2020).


Kasatreskrim Polresta Bandung, AKP Agta Bhuwana putra mengatakan bahwa ada dua orang remaja berusia 16 tahun yang menjadi korban yakni PS dan YY, yang merupakan warga Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung.

“Modusnya dijanjikan bekerja di restoran di Pangkal Pinang. Namun, sesampainya di sana ternyata korban ini dipekerjakan sebagai PSK atau untuk menemani tamu di kafe tersebut,” kata Agta saat gelar perkara di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (10/1/2020).

Dari tujuh orang tersangka, lima orang diantaranya diringkus, yakni RS alias AA, FT, RN, DN, dan HM. Sedangkan dua orang tersangka lainnya, LN dn MR alias MMH masih dalam pengejaran atau masuk daftar pencarian orang (DPO). Agta menjelaskan, masing-masing tersangka memiliki tugas berbeda.

Tersangka RS sebagai pengelola kafe atau yang mengatur para PSK, FT bertugas memilihkan pakaian untuk dijadikan PSK, RN bertugas mencarikan dan menawarkan pekerjaan dan menampung korban sebelum diberangkatkan, DN membantu membuatkan surat keterangan domisili dan HM bertugas membawa korban ke Pangkal Pinang.

“Sedangkan dua tersangka yang DPO, yakni LN bertugas menjemput korbannya di rumah dan membujuk rayu serta MR merupakan pemilik kafe di Pangkal Pinang dan sebagai penerima pekerja baru (korban) untuk dijadikan PSK,” jelas Agta.

Selain menangkap lima orang tersangka, Polresta Bandung juga mengamankan barang bukti satu buah kaos berwarna merah, satu buah celana levis pendek berwarna biru, satu buah baju pendek dan rok pendek berwarna kuning (milik korban YY), satu buah baju dress berwarna merah, satu buah baju mini dress berwarna hitam (milik korban PS), surat keterangan domisili yang dikeluarkan desa, KTP sementara kedua korban yang dikeluarkan di Pangkal Pinang dan cairan jel merk sutra.

“Selain mengejar dua orang DPO, kami akan terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Para tersangka yang telah ditangkap diancam dengan Pasal 76F Jo Pasal 83 sanksi pidana minimal 3 tahun maksimal 15 tahun dan Pasal 761 Jo Pasal 88 sanksi pidana maksimal kurungan penjara 10 tahun,” pungkas Agta.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …