BP Jamsostek Beri Pelatihan Keterampilan bagi Korban PHK

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek merangkul pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melalui program vokasi. Program tersebut berupa pelatihan keterampilan peningkatan kualitas SDM, diantaranya barista, desain grafis, perakitan komputer, web design, otomotif dan lainnya.


Direktur Pelayanan BP Jamsostek Krishna Syarif mengatakan, melalui program vokasi tersebut pekerja yang dulunya bekerja kemudian terkena PHK diharapkan bisa mandiri.

“Kami memfasilitasi mereka (pekerja) mendapatkan pelatihan berupa keahlian sesuai minat dan kebutuhan industri,” ujar Krishna di Bandung, Kamis (19/12/2019).

Krishna mengungkapkan, program vokasi yang dilauncing awal September 2019 mendapat respon positif. Pada tahap awal sudah dilaksanakan di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Dari total peserta program vokasi jumlahnya mencapai 2.653 orang. Sebanyak 1.038 orang di antaranya tersebar di wilayah Jawa Barat.

“Program ini kami laksanakan secara bertahap dan kedepannya akan terus diperluas,” terangnya.

Ia memaparkan, peserta vokasi ini mengikuti berbagai pelatihan seperti teknisi forklift, crane, listrik, basic hospitality, basic manufacture, perhotelan, tata boga, tata kecantikan rambut, make up, desain grafis, perakitan komputer, web design, boutique, garment, otomotif.

“Kami juga mengajak lembaga pelatihan lain agar bisa berkontribusi dalam program ini sebagai dukungan menciptakan SDM unggul,” jelasnya.

Krishna menyebut, program vokasi hingga saat ini terus dikembangkan. Pasalnya, jumlah pekerja yang mengalami PHK terus meningkat seiring pesatnya perubahan zaman, khususnya dampak disrupsi 4.0.

“Tujuan program vokasi ialah para korban PHK mendapatkan penguatan kapasitas sebagai salah satu solusi peningkatan kualitas,” imbuhnya.

Di sisi lain, kata dia, jumlah korban PHK di Jabar saat ini mencapai 300.000 orang dan diprediksi terus bertambah. Dia memastikan, pihaknya akan terus menginventarisasi korban PHK untuk kemudian diajak mengikuti program tersebut.

“Kami juga mengimbau para pengusaha atau pemberi kerja serta balai pelatihan kerja merespon untuk memberi beragam pelatihan bagi korban PHK,” tuturnya.

Kata Krishna, terkait syarat untuk mengikuti program vokasi ialah harus pekerja yang mengalami PHK. Kemudian minimal sudah menjadi peserta BP Jamsostek selama setahun dan abatas usia maksimal 40 tahun. Pelatihan ini gratis, tanpa dipungut biaya apapun.

“Kami berharap dengan pelatihan vokasi, peserta dapat meraih kesempatan peluang kerja yang tersedia di perusahan ataupun membuka usaha mandiri sebagai enterpreneur. Bagi yang ingin mendapatkan informasi program vokasi BP Jamsostek atau menjadi peserta pelatihan dapat mengakses laman www.sso.bpjsketenagakerjaan.go.id,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds