Jaga Kebersihan Cegah Ular Datang

ILUSTRASI : Pawang ular memberi contoh untuk menangani ular berbisa. (Muhammad Zaka Dwi Arifta/RAdar Tulungagung)

ILUSTRASI : Pawang ular memberi contoh untuk menangani ular berbisa. (Muhammad Zaka Dwi Arifta/RAdar Tulungagung)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Menyikapi maraknya ular kobra yang memasuki pemukiman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung, mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan terus menjaga kebersihan lingkungan.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung, Sutarno Yono, mengatakan selama ini pihaknya juga terlibat aktif dalam penyelamatan atau evakuasi terhadap ular kobra, dan juga jenis ular lainnya yang masuk ke pemukiman warga.

“Sepanjang 2019 ini ada belasan kasus evakuasi ular yang dilaksanakan oleh petugas. Meski sebenarnya itu bukan tugas utama kami, namun ketika ada permintaan tentunya kami tidak boleh mengabaikannya, ucap Yono, di Soreang Minggu (22/12).

Salah satu kunci penanganan hewan melata dan berbisa yaitu dengan kelengkapan peralatan standar penangkap ular, kehati-hatian, tenang dan waspada. Untuk meminimalisir datangnya ular ke rumah atau pemukiman, maka menjaga kebersihan lingkungan menjadi suatu kewajiban.

Karena biasanya tikus sebagai mangsa dari ular tidak suka berada di tempat yang bersih. Dengan demikian ular sebagai predator dari tikus tidak akan datang. “Menjaga kebersihan lingkungan itu sangat penting. Agar tidak ada tikus yang masuk ke lingkungan sekitar dan di dalam rumah juga harus bersih, jangan banyak sampah dan tumpukan – tumpukan barang  tidak terpakai yang bisa dijadikan tempat tikus bersarang,” tambah Yono.

Selain menangani ular, lanjut Yono, pihaknya juga seringkali melayani permintaan warga untuk mengevakuasi sarang tawon. Hingga November 2019 ini, terdapat 215 evakuasi. Sedangkan pada 2018 lalu permohonan warga untuk evakuasi sarang tawon sebanyak 109 kasus.

“Memang paling banyak permintaan warga untuk evakuasi sarang tawon. Petugas kami punya cara khusus untuk mengevakuasi sarang tawon dan hanya bisa dilakukan pada malam hari,” katanya.

Terakhir Yono menghimbau kepada warga, jika menemukan ular atau mendapat gangguan dan serangan tawon dilingkungan pemukimannya, jangan ragu untuk meminta bantuan pada petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung.

“Tentunya petugas akan datang dengan sukarela dan tanpa dipungut biaya apapun,” pungkasnya.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds