BP Jamsostek Soekarno Hatta Sosialisasikan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada Civitas Akademika Uninus

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Bandung Soekarno Hatta, menyosialisasikan pengenalan jaminan sosial ketenagakerjaan pada civitas akademika Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, Sabtu (21/12). Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa dan beberapa tenaga pengajar.


Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Eko Darwanto menuturkan, sosialisasi manfaat perlu dilakukan pada mahasiswa, khususnya yang akan lulus dan berniat untuk bekerja. Tujuannya, ketika mahasiswa bekerja sudah mengetahui haknya yang harus didapatkan dari pemberi kerja (pengusaha).

“Ini informasi bagi mereka (mahasiswa) untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial dari pemberi kerja. Sudah harus paham dan bisa menagih pada pemberi kerja. Karena terkadang pengusaha ada yang tak peduli pada pekerjanya,” ujar Eko saat ditemui usai kegiatan.

“Perlu kita kenalkan. Karena mau tidak mau mereka (mahasiswa) nantinya akan bekerja atau menjadi pemberi kerja.
Terkait iuran juga sangat terjangkau sebagai contoh untuk pekerja bukan pemerima upah atau pekerja mandiri, iuran untuk dua program (kecelakaan dan kematian) mulai dari 16.800,” sambungnya.

Ia mengungkapkan, program yang dijalankan BP Jamsostek adalah program negara yang harus diikuti seluruh pekerja Indonesia, termasuk mahasiswa yang merupakan sebagian kecil dari pekerja di masa depan.

“Kita harus memberikan pengenalan lebih awal agar mahasiswa memahahi kontek manfaatnya saat bekerja,” imbuhnya.

Di sisi lain, kata Eko, dalam kegiatan tersebut civitas akademika juga dikenalkan ihwal perbedaan BPJS Kesehatan dengan BPJS Ketenagakerjaan. Musababnya, selama ini tak sedikit masyarakat salah tafsir antara kedua lembaga tersebut.

“BPJS Ketengakerjaan (BP Jamsostek) dengan BPJS Kesehatan itu berbeda. Dari program yang dijalankan juga beda. Melalui kegiatan ini kami edukasi mahasiswa dan dikenalkan manfaat Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja,” papar Eko.

Eko mengatakan, pengenalan manfaat dilembaga pendidikan tersebut diharapkan bisa berdampak positif dan menumbuhkan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pemberi kerja di masa mendatang.

“Jadi masing-masing paham mana hak pekerja dan mana yang menjadi kewajiban pemberi kerja,” terangnya.

Kepala BP Jamsostek Bandung Soekarno Hatta, Rizal Dariakusumah menambahkan, sosialisasi di tingkat universitas sebagai upaya positif mengenalkan program-program jaminan sosial. Hal itu sejalan dengan amanat undang-undang dalam memastikan perlindungan dan memberi kesejahteraan, bagi pekerja terhadap timbulnya resiko sosial seperti kecelakaan kerja, meninggal dunia dan lainnya.

Loading...

loading...

Feeds