Securitech Indonesia Terus Kembangkan Konsep Go Green

CEO Securitech Indonesia, Ahmad Fauzi Shandi (paling kanan), foto bersama keluarga usai Wisuda S2 Universias Winaya Mukti di Pusdai Jalan Surapati, Kota Bandung, Kamis (19/19). (foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG)

CEO Securitech Indonesia, Ahmad Fauzi Shandi (paling kanan), foto bersama keluarga usai Wisuda S2 Universias Winaya Mukti di Pusdai Jalan Surapati, Kota Bandung, Kamis (19/19). (foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ditengah krisis pemanasan iklim global, konsep go green memang perlu dilakukan. Namun tidaklah mudah untuk mengaplikasikan konsep ramah lingkungan tersebut.


Seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih, Indonesia telah memiliki anak bangsa yang terus bergerak dalam bidang lingkungan. Salah satunya PT Securitech Indonesia. Perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengemasan bagasi penumpang pesawat itu, dalam pengemasannya menggunakan teknik plastic wrapping.

Securitech menjadi pelopor penggunaan plastik bersifat oxo degradable, yang mudah terurai selama 24-36 bulan setelah menjadi sampah. Hal tersebut tentunya dapat meminimalisasi dampak buruk dari sampah plastik.

Menurut CEO Securitech Indonesia, Ahmad Fauzi Shandi, khusus di Indonesia sebetulnya tidak akan kesulitan dalam mengembangkan konsep ramah lingkungan terutama di bandara, ketimbang di negara lain.

Misalnya di Singapura, sejauh ini untuk menemukan bahan-bahan alami seperti tumbuhan, negara tersebut cukup kesulitan. Lantaran di negara itu tidak memiliki hutan ataupun daerah pegunungan yang memiliki banyak bahan dasar alami.

“Akan tetapi, mereka rela berburu hingga ke Indonesia untuk memaksimalkan konsep ramah lingkungan tersebut. Namun kenapa Indonesia yang kaya akan penghijauan tidak mengaplikasikan di bandaranya sendiri?,” kata Fauzi, heran.

Sementara itu, menurut dia, untuk di Jawa Barat masih ada yang perlu jadi perhatian dari sisi progres pengerjaan infrastruktur. Bisa dilihat saat ini perkembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), belum maksimal.

“Toh kalau BIJB bisa dimaksimalkan yang akan merasakan dampaknya tidak hanya pemerintah saja, banyak pula masyarakat yang diuntungkan. Bahkan tidak dipungkiri bahwa perekonomian pun akan meningkat,” ungkapnya.

Saat ini lanjut dia, pihaknya sudah memiliki sertifikasi go green, yakni bahan baku yang bisa mendaur ulang plastik tidak lebih dari dua tahun. Untuk sertifikasinya sendiri dilakukan Inggris, dan telah diaplikasikan di 17 bandara yang ada di Indonesia termasuk Jawa Barat.

“Sertifikasinya saya lakukan di Inggris. Saya harap pengusaha di Indonesia kedepannya menggunakan wrapping,” pungkasnya.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

Lubang Bak Kontrol Dibiarkan Terbuka

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Di Jalan Raya Soreang, tepatnya di depan perempatan lampu merah depan Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung terdapat lubang …

Jalan Provinsi di Cikalong Terancam Longsor

POJOKBANDUNG.com, CIKALONGWETAN – Jalan raya Provinsi Cikalong-Cipendeuy terancam putus akibat longsor yang memakan bahu jalan. Berdasarkan pantauan, bahu jalan yang …