Dishub Ancam Cabut Izin PO Bus

KATIVITAS: Sejumlah penumpang tiba di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Minggu (9/6/19). 
(TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

KATIVITAS: Sejumlah penumpang tiba di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Minggu (9/6/19). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengingatkan para pengusaha PO Bus agar tidak menaikkan tarif, melebihi ketentuan selama libur Natal dan tahun baru 2020. Bagi yang melanggar, izin trayek bus bakal dicabut.


Kasi Manajemen Angkutan Dishub Kota Bandung, Iya Sunarya mengatakan, selama musim libur banyak masyarakat mengeluhkan tarif angkutan yang naik melebih batas atas.

“Paling sering terjadi keluhan itu saat musim libur adalah mengenai armada yang menaikkan tarif batas atas,” ucap Iya di Balai Kota Bandung, Kamis (19/12/2019).

Terkait hal tersebut, Dishub akan menempel nomor kepala terminal di setiap angkutan. Sehingga masyarakat yang akan melapor bisa langsung menghubungi nomor tersebut.

Iya mengingatkan, bagi warga yang akan melapor diharapkan mencantumkan nama, nopol angkutan, jurusan, jam berangkat dan tidak lupa menyimpan bukti tiket. Hal tersebut sebagai bukti dan memudahkan petugas melakukan penindakan.

“Pokoknya tarif batas atas tidak lebih dari 100 persen. Misal tarif Rp50 ribu, boleh naik jadi Rp80 ribu,” ucapnya.

Menurut Iya, saat libur lebaran lalu banyak laporan masuk ke Dishub. Paling banyak adalah pengguna elf.

“Paling banyak itu elf Bandung-Garut. Biasanya Rp20 ribu, waktu lebaran sampai Rp80 ribu, naik 400 persen,” katanya.

Jika ada laporan lengkap dari masyarakat, Dishub akan melakukan penyelidikan dan membuat surat rekomendasi terhadap pejabat pembuat kewenangan. Untuk angkutan lintas provinsi akan diteruskan ke Kemenhub, sementara antar kota dalam provinsi ke Dishub Jabar.

“Sanksi untuk yang menaikkan tarif seenaknya tentu ada, karena itu pelanggaran. Sanksinya izin trayek bisa dicabut,” ujar Iya.

(arh/bbs)

Loading...

loading...

Feeds