Kampung Hijau Campaka Membangun Partisipasi Warga dalam Lingkungan dan Kesehatan

Sugiarni, kader Posyandu Sartika I. Foto:Istimewa

Sugiarni, kader Posyandu Sartika I. Foto:Istimewa

Kedua posyandu di lingkungan RW 02 itu kini berstatus sebagai posyandu mandiri. Artinya, semua kebutuhan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi balita maupun bagi lansia harus bisa dilakukan sendiri. “Peningkatan status sebagai Posyandu Mandiri merupakan sebuah tantangan bagi para kader supaya  bisa memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi balita dan lansia secara mandiri,” terang Ibu Sugiarni (50), kader Posyandu Sartika I.


Setiap bulan tak kurang 100 balita rutin ditimbang berat badan serta diberi makanan tambahan. Kondisi gizi balita yang mencakup RT 01, RT 02 dan RT 03 itu  terus dimonitoring oleh sekitar 10 kader di Posyandu Sartika I. Jika ditemukan ada kasus-kasus kesehatan dan gizi balita, maka langsung dirujuk ke Puskesmas Garuda.

Ibu kader berumur 50 tahun itu mengatakan, melalui Kampung Hijau Cempaka, Posyandu Sartika I memang telah mampu memiliki berbagai sarana yang dibutuhkan semacam alat timbang bayi dan tenda. Sehingga Posyandu Sartika I tetap rutin bisa melakukan layanan kepada balita.

“Kalau untuk lansia, kami belum fokus. Saat ini fokus utamanya memang untuk balita yang jumlahnya lebih dari 100 balita di wilayah kami,” tutur Ibu Sugiarni ketika ditemui pojokbandung.com, belum lama ini.

Mengingat kader posyandu selalu bersinggungan langsung dengan balita dan orang tuanya, maka Ibu Sugiarni berpendapat perlunya kader untuk terus meng-upgrade pengetahuan tentang kesehatan. Sebab, kader tetap harus mampu menjawab seputar gizi maupun hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan balita yang kerap ditanyakan oleh orang tua balita.

Setiap kader setidaknya memiliki kemampuan dalam upaya penanganan pertama ketika balita mengalami gejala-gejala sakit. Upaya penanganan pertama yang bisa dilakukan oleh kader Posyandu sebelum balita dirujuk ke Puskemas Garuda.

“Kasus-kasus seperti itu jarang terjadi. Orang tua biasanya sudah langsung membawa balitanya yang sakit ke Puskemas Garuda. Tetapi, uppgrade pengetahuan kesehatan tetap saja kami butuhkan,” papar Ibu Sugiarni.        Upgrade pengetahuan kesehatan itu biasanya diperoleh kader melalui pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung melalui Puskesmas Garuda.

Loading...

loading...

Feeds