Dana Desa Harus Tepat Sasaran

PENGECORAN : Kegiatan pengecoran jalan desa di Sukatani kecamatan Compreng yang didanai dana desa tahap tiga 2019.
(M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

PENGECORAN : Kegiatan pengecoran jalan desa di Sukatani kecamatan Compreng yang didanai dana desa tahap tiga 2019. (M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com,SUBANG – Bupati Subang H.Ruhimat berharap pemanfaatan dana desa (DD) yang dikucurkan oleh pemerintah pusat bisa digunakan tepat sasaran dan mengacu pada skala prioritas kebutuhan dalam penggunaannya.


“Kita bersyukur dialokasikan dana desa yang cukup besar, jadi saya ingin dana desa ini dimanfaatkan dengan tepat sesuai kewenangan yang diberikan mengutamakan hal prioritas,” ujar Ruhimat disela-sela kegiatannya.

Menurutnya, keberadaan pemerintahan desa sangat penting untuk membangun dan memberdayakan masyarakat yang ada di daerah secara langsung. Karena pemerintahan Desa, merupakan tonggak terdepan dalam rangka pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Untuk itu, kami bertekad mewujudkan pemerintahan desa yang lebih baik, transparan, bersih, bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan penggunaan dana tersebut tepat sasaran,” ujarnya.

Pemerintah pusat menyalurkan dana desa (DD) tujuannya untuk terjadinya pemerataan pembangunan di desa.

Supaya pembangunan yang dilakukan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Contoh, dengan adanya badan usaha milik desa (BUMDes) di desa, diharapkan desa itu bisa menjadi desa mandiri.

“Oleh karena igu, saya minta kepada seluruh kepala desa agar memanfaatkan dana desa dengan se-maksimal mungkin begitu juga dengan BUMDes untuk dijadikan sebagai sumber penghasilan ekonomi bagi desa agar tercipta desa yang mandiri,” katanya.

Nano, (45) tokoh masyarakat menilai dana desa yang digelontorkan pemerintah saat ini sangat membantu masyarakat melakukan kegiatan ekonomi. Misalnya, digunakan untuk pemberdayaan masyarakat dan dan pembuatan sarana dan prasarana infrastruktur desa.

“Kami sangat merasakan manfaat dana desa. Karena mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di pedesaan. Selain itu, dapat memberdayakan masyarakat desa melalui program swakelola. Di antaranya pembuatan sarana prasarana jalan, alat transportasi, dan peningkatan ekonomi mikro,” kata Nano .

(anr)

Loading...

loading...

Feeds

Dinas Lingkungan Hidup Usulkan Perda TPU

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tempat Pemakaman Umum (TPU) …

Pemkab Belum Ada Rencana Perbaikan

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, belum ada rencana untuk memperbaiki bangunan sekolah rusak yang terdampak banjir. Kepala Dinas …

Jembatan Cisokan Tak Kunjung Diperbaiki

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Cibanggala dengan pusat pemerintahan Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur ambruk diterjang air Sungai …

Dua Orang Tersangka Masih Buron

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Polres Cimahi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam bentrokan antar geng motor yang terjadi di Jalan Raya …

Kades Merem Melek, Takut Jarum Suntik

POJOKBANDUNG.com, TANJUNGSARI  – Lantaran belum pernah merasakan disuntik sejak 58 tahun. Kepala Desa Kutamandiri Caca Suryana menutup wajahnya dengan menggunakan …

147 Orang Akan di Test Swab

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Berdasarkan hasil tracing Puskesmas Ciwaruga terhadap kontak erat jamaah ziarah yang terpapar COVID-19 di Kampung Pangkalan RW …

Harapan Ekonomi di Tangan Petani

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ditengah situasi pandemi Covid 19, program 5.000 petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan …