Tamarine : Everyone Can Be Hero

PENTAS : Anak-anak Tunas Unggul saat memainkan drama kolosal Tamarine : Everyone Can Be Hero di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (14/12).

PENTAS : Anak-anak Tunas Unggul saat memainkan drama kolosal Tamarine : Everyone Can Be Hero di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (14/12).

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – PG/TK/SD Tunas Unggul mengadakan acara Big Assembly dengan berbagai macam kegiatan yang dilakukan, dan yang paling utama adalah penampilan drama kolosal dengan mengangkat judul Tamarine : Everyone Can Be Hero. Acara ini dilaksanakan di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (14/12).


Ketua pelaksana, Rangga Gargita, mengungkapkan bahwa pengambilan tema Tamarine : Everyone Can Be Hero didasari informasi yang didapat dari internet. Dimana Indonesia merupakan negara terbesar kedua penghasil plastik terbanyak di seluruh dunia, sehingga pihaknya merasakan kekhawatiran terhadap perkembangan dan keberlangsungan alam.

Maka dari itu PG/TK/SD Tunas Ungul mengajak anak-anak untuk menjadi penyelamat alam melalui pementasan kesenian drama kolosal, supaya lebih mudah diterapkan pada anak-anak.

Drama kolosal ini dikuti oleh 665 siswa dan 100 orang panitia yang berasal dari guru. Target utama dari pementasan drama kolosal ini adalah untuk mengajak anak-anak agar dapat menyelamatkan lingkungan.

“Persiapan untuk drama kolosal ini dilakukan sekitar tiga bulan sedangkan untuk konsepnya sudah dari tahun sebelumnya. Mengapa kita mengambil drama kolosal karena tidak semua anak-anak masuk ke peran, jadi ada yang menari dan menyanyi. Kegiatan ini dilakukan rutin sekitar dua hingga tiga tahun sekali,” ungkap Rangga.

Ada beberapa kegiatan yang sudah di lakukan dan bekerjasama dengan pihak-pihak lain, seperti membagikan stiker menjaga lingkungan ke orang-orang saat Car Free Day, berkunjung ke Pangandaran untuk memberikan edukasi agar anak-anak disana dapat menjaga lingkungan lautnya, dan juga ada kegiatan bank sampah. Semua kegiatan tersebut dilakukan guna menunjang puncak kegiatan di Gedung Budaya Sabilulungan.

“Kerjasama juga dilakukan dengan pemerintah setempat juga ada, yaitu dengan Kecamatan Mandala Jati melalui kegiatan bank sampah. Selain itu juga ada support dari pihak orang tua,” ujar Rangga.

Terakhir, Rangga berharap anak-anak lebih peduli terhadap lingkungkan. Dirinya menuturkan jika sudah menerapkan diet plastik kepada anak-anak. Jadi misalnya, ketika anak-anak pergi ke kantin untuk membeli makanan atau minuman, mereka membawa tempat makan dan minum sendiri.

“Dalam acara ini kita juga sudah siapkan tumblr,” tutur Rangga.

Sementara itu, Ketua Yayasan PG/TK/SD Tunas Unggul, Dadang Suhendar, sangat mengapresiasi acara big assembly utamanya drama kolosal yang digelar. Dirinya memuji kekompakkan guru-guru, seluruh panitia, anak-anak dan orang tua.

“Ini sesuatu yang luar biasa, ditengah kesibukan para guru di sekolah dan anak anak, tetapi masih bisa menyelenggarakan acara sebesar ini,” jelas Dadang.

Ini adalah kegiatan rutin Tunas Unggul yang tujuannya adalah dalam rangka mengembangkan potensi siswa, kemampuan siswa serta bakat dan minat siswa. Kegiatan ini juga membuat anak-anak dapat melakukan kolaborasi, kerjasama dan belajar untuk disiplin.

“Kegiatan ini harus dijaga dan dipertahankan. Khususnya untuk anak-anak karena dari kegiatan semacam ini tentu saja akan diingat terus oleh anak-anak di kemudian hari. Ini juga modal dasar untuk anak-anak agar dapat berkompetensi,” papar Dadang.

Selain itu juga, Deni Kurniadi Kasie Kurikulum PPSD Kota Bandung, menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan big assembly ini, merupakan sebuah aktivitas yang kontekstual, karena anak-anak mengalami pelajaran yang sangat bermakna dan dapat mempengaruhi anak untuk selalu mengingat kegiatan ini. Anak-anak tersebut tidak akan lupa dengan kegiatan ini, sehingga anak-anak akan lebih memahami untuk menjaga lingkungan dan menyelamatkan lingkungan. Kegiatan ini merupakan sebuah implementasi pembelajaran yang luar biasa diaplikasikan dalam bentuk pementasan drama kolosal.

“Itu sangat bermakna dan dalam pementasan ini ada sebuah harmonisasi musik, organisasi dan gerak. Semuanya digarap dengan sehingga bisa memberikan pengalaman yang berharga pada anak ini,” tambah Deni.

Deni berharap, kegiatan ini bisa memberikan pendidikan karakter untuk anak-anak sehingga anak-anak bisa mengalami dan memahami untuk peduli terhadap lingkungan.

“Ini merupakan aplikasi nyata pembelajaran pendidikan karakter, jadi anak itu bisa memahami apa yang di inginkan di dalam pengembangan karakter termasuk kepedulian terhadap lingkungan,” pungkas Deni.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds

Jokowi Bela Prabowo Super Maksimal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membela Prabowo yang sejak menjabat banyak melakukan perjalanan ke luar negeri. Menurut Jokowi, langkah Menteri Pertahanan …

Oded Perkuat Silaturahmi Antar Umat Beragama

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menjelang perayaan Imlek, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar silaturahmi dengan warga Tionghoa di Pendopo Kota Bandung, Jalan …

Jalan Haji Gofur Menuju Cilame Putus

POJOKBANDUNG.com,CILAME – Jembatan Irigasi di Kampung Sukamaju RT 01 RW 01, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah amblas, Selasa (21/1/2020). Akibatnya, penghubung …

Fabiano Beltrame Masih Butuh Waktu

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Fabiano Beltrame akhirnya bisa kembali bermain bersama Persib Bandung dalam pertandingan resmi. Fabiano tampil saat klub berjulukan Maung Bandung …