Sebutan BP Jamsostek Lebih Familiar Dibanding BPJS Ketenagakerjaan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan kini berusia 42 tahun pada 5 Desember 2019. Sebagai Badan Hukum publik tentu ingin selalu mendekatkan diri dan memberikan manfaat lebih kepada masyarakat, khususnya pekerja. Karenanya, mulai saat ini BPJS Ketenagakerjaan mengubah sebutannya menjadi ‘BP Jamsostek’.


Kepala Kantor BP Jamsostek Bandung Soekarno Hatta, Rizal Dariakusumah mengatakan, sebutan BP Jamsostek lebih familiar jika dipelajari berdasarkan asal muasalnya PT. Taspen (Persero), yang mengurusi masalah kesehatan di kalangan ASN yang bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan namun sekarang cakupannya seluruh masyarakat Indonesia.

“Sedangkan PT. Jamsostek (Persero) yang mengurusi masalah asuransi sosial dikalangan pekerja swasta kini bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan dengan cakupan Program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm) dan Jaminan Pensiun (JP),” jelas Rizal, kemarin.

Berdasarkan berita di media khusunya media online, masyarakat masih belum bisa membedakan mana program dari BPJS yang menangani masalah Ketenagakerjaan dan masalah Kesehatan. Padahal menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggaran Program Jaminan Sosial terdapat dua BPJS yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Rizal menuturkan, meski ada perubahan call name, namun secara resmi institusi tetap bernama BPJS Ketenagakerjaan.

“Tidak ada perubahan Logo hanya call name saja. Jadi panggil kami BP Jamsostek,” tandasnya.

(*/arh)

Loading...

loading...

Feeds