Pospenas Bawa Misi Kembangkan Olahraga Tradisional

JUARA: Skuad Handal putri Jawa Barat menjadi juara pertama diajang Pospenas 2019.

JUARA: Skuad Handal putri Jawa Barat menjadi juara pertama diajang Pospenas 2019.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lima jenis olahraga dipertandingkan dalam Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren tingkat Nasional (Pospenas) digelar di SPOrT Jabar, Kota Bandung, 25-30 November. Diantaranya adalah Futsal, Voli, Atletik, Pencak Silat, Senam Santri dan Hadang, yang merupakan olahraga tradisional.


Hadang menjadi salah satu olahraga tradisional yang digaungkan. Sebab hadang identik dengan olahraga tradisional.

“”Pemilihan cabang olahraga ini tentu ada kriteria dan spesifiknya dari kita. Apalagi Hadang identik dengan olahraga tradisional,” kata Kepala Bidang Olahraga Usia Dini dan Lansia Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Agustien Rien Arianti, Kamis (28/11).

Hadang menjadi salah satu cabor langganan di ajang Pospenas. Dimana Jawa Barat berhasil mengamankan gelar juara Hadang Putri untuk kedua kalinya. “Jadi memang olahraga tradisional ini ingin sekali kita membumi, kita ingin hadang bisa seperti pencak silat. Sehingga di setiap event olahraga kita selalu masukkan Hadang sebagai olahraga tradisional,” katanya.

Menurutnya, olahraga bukan melulu soal mengolah tubuh. Menurutnya, olahraga juga mengajarkan santri untuk memperbaiki akhlak. Seperti dari suportivitas santri di pertandingan dan kejujurannya.

Dia menegaskan bahwa selama ini pamor atlet dari asal pondok pesantren masih kurang. Sehingga ajang Pospenas bisa jadi salah satu cara untuk membuktikan bahwa ada potensi di bidang olahraga yang berawal dari ponodk pesantren.

“Kita ingin santri jadi potensi di bidang olahraga,” ucapnya.

Jawa Barat sengaja dipilih sebagai tuan rumah setelah Bangka Belitung memutuskan untuk mundur sebagai tuan rumah. Beruntung, Agustien menyebut Jawa Barat siap dan antusias menjadi tuan rumah. “Amanah ini dilimpahkan pada Jawa Barat. Alhamdulillah dari Provinsi Jawa Barat siap jadi tuan rumah, termasuk kesiapan venue,” kata Agustien.

Agustien menyebut pospenas bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antar Pondok Pesantren di Indonesia. Tapi juga bisa dimanfaatkan untuk menjaring atlet berpotensi. “Memang kita mengusung dan mengamanahhkan bahwa santri adalah pokok dari atlet-atlet berpotensi di pondok pesantren,” ujarnya.

(pra)

Loading...

loading...

Feeds

Walikota Meninggal karena Covid-19

Kabar duka menyelimuti Kota Banjarbaru, setelah Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Nadjmi Adhani meninggal dunia. Wali kota meninggal dunia pada …