Polisi Tingkatkan Status Laporan Mantan Dirut Lippo Menjadi Penyidikan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Laporan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto terhadap anak buahnya, Edy Dwi Soesianto sudah berstatus penyidikan. Penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung menemukan bukti permulaan yang cukup.


Wakasatreskrim Polrestabes Bandung, Kompol Suparma mengaku bahwa peningkatan status laporan tersebut dilakukan setelah melalui mekanisme yang berlaku.

“Laporan saudara Bartholomeus Toto kami proses. Dari penyelidikan, statusnya kami tingkatkan jadi penyidikan,” ujar dia saat dikonfirmasi di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kamis (28/11).

Bartholomeus Toto adalah mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, yang mana perusahaan itu mengembangkan proyek Meikarta di Cikarang bekerja sama dengan perusahaan asal China.

Di tengah proses pembangunan, KPK mengungkap praktik suap dalam perizinan proyek. Sembilan orang baik penerima dan pemberi suap sudah diputus bersalah Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung.

Dalam persidangan, Edy Dwi Soesianto saat jadi saksi, menyebut menerima uang Rp 10,5 miliar‎ dari Toto via sekretarisnya, Melda Peni Lestari. Uang tersebut diberikan Edy Dwi Soesianto ke E Yusuf Taufik, ajudan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk memperlancar keluarnya izin perintukan dan penggunaan tanah (IPPT).

Kesaksian itu pula lah yang membuat Toto ditetapkan tersangka oleh KPK setelah melakukan pengembangan kasus suap Meikarta yang menyeret sejumlah pihak menjadi terpidana. Yakni Billy Sindoro, Fitradjaja Purnama, Henry Jasmen dan Taryudi sebagai pemberi uang suap.

Loading...

loading...

Feeds