Pendanaan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Kertamukti Disokong ILB

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BUMD PT Jasa Sarana menggunakan skema supply chain financing untuk pola pendanaan pembangunan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Kertamukti.


Bertempat di Kantor PT ICDX Logistik Berikat (ILB), PT Metaphora Andalan Utama (MAU), salah satu anak perusahaan PT Jasa Sarana yang mempunyai konsesi PLTM Kertamukti menandatangani Perjanjian Pendanaan dengan skema tersebut dengan PT ICDX Logistik Berikat.

Kerjasama pendanaan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Head of Agreement antara PT Jasa Sarana dengan PT ICDX Logistik Berikat yang difasiltasi oleh PINA Center for Private Investment beberapa waktu lalu.

Direktur Utama PT ICDX Logistik Berikat Petrus Tjandra sudah berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang digarap BUMD PT Jasa Sarana di Jawa Barat. Tak cuma itu, proyek ini pun akan memaksimalkan alat berat produk dalam negeri dari PT Pindad.

“Hari ini, kami telah menandatangani perjanjian mengenai komitmen pendanaan senilai Rp185 Miliar kepada PT MAU, berupa pengadaan supply kebutuhan pekerjaan termasuk material, mesin, turbin serta tidak terbatas pada kebutuhan lainnya,”ujarnya dalam rilis resmi, Kamis (28/11/2019)

Direktur PT Jasa Sarana Dyah Wahjusari mengatakan penandatanganan perjanjian kerjasama ini merupakan langkah konkret BUMD PT Jasa Sarana dalam mendukung pembangunan infrastruktur.

“Dengan skema dari PT ICDX Logistik Berikat ini, saat ini perbankan cukup memberikan SKBDN dan akan menjadi kredit investasi setelah Comercial Operating Date (COD) PLTM Kertamukti. PT MAU juga telah memperoleh komitmen dari perbankan,” katanya.

Dyah optimis dengan skema bersama PT ICDX Logistik Berikat ini, PT Jasa Sarana Grup selanjutnya berencana turut serta dalam pembangunan Jalan Tol Cisumdawu. “Ini sebagai upaya mempercepat pembangunan Jalan Tol Cisumdawu yang sudah sangat dibutuhkan,” kata Dyah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemegang saham dan PT ILB selaku investor, kami targetkan konstruksi selesai pada akhir Tahun 2020,” Budi Prasetyanto, Direktur Utama PT MAU menambahkan.

(fid)

Loading...

loading...

Feeds