Berikan Penjelasan, Tersangka Kasus Meikarta Ungggah Video di Youtube

Tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam  kasus suap Meikarta, Bartholomeus Toto muncul dalam video yang diunggah di akun youtube. Vodeo tersebut berisi penjelasannya mengenai suap dalam kasus suap tersebut.


Ada tiga video yang diunggah di akun Youtube bernama Rully sutisna pada Kamis (28/11). Video pertama berjudul Toto dan Meikarta, video kedua berjudul babak baru kasus Meikarta episode rekayasa dan terakhir berjudul bedah kasus kenapa saya ditersangkakan.

Dalam unggahannya, ia mengungkap alasan mengapa ia mengunggah video  tersebut. “Agar anak-anak dan keluarga besar kerabat serta teman-teman saya dapat tahu fakta yang terjadi dan prinsip yang saya yakini. ‎Agar teman-teman profesional eksekutif bisa tahu resiko yang terjadi saat bekerja dan berinvestasi di Indonesia. Last not least, nama baik almarhum orang tua saya,” kata Toto.

Seperti diketahui, KPK menahan Toto pada pekan lalu. Ia dianggap menyerahkan uang Rp 10,5 miliar pada Neneng Hasanah Yasin via Kepala Divisi Land Ackuisition Permit PT Lippo Cikarang, Edy Dwi Soesianto. Neneng sudah divonis bersalah dalam kasus suap itu.

Di persidangan 14 Januari 2019, Edy menyebut ia menerima uang dari Melda Peni Lestari selaku sekretaris direksi PT Lippo Cikarang uang Rp 10,5 M sepengetahuan Toto. Uang itu setelah sebelumnya, diminta ajudan Neneng yang meminta imbalan atas pengurusan IPPT.

‎Dalam video tersbut, ia menegaskan saat menjabat sebagai presdir tidak pernah mengeluarkan uang tidak resmi sebesar Rp 10,5 miliar. Alasannya, sebagai perusahaan publik yang keuangannya diaudit dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ia tidak mungkin mengeluarkan uang tidak resmi sebesar itu.

“Saya juga tidak punya otoritas untuk menganggarkan uang di luar yang sudah dianggarkan,” ujar Toto.

Melda Peni Lestari sempat dihadirkan sebagai saksi di persidangan. Ia dikonfirmasi soal penyerahan yang Rp 10,5 M di helipad PT Lippo Cikarang. Ia membantah semua pertanyaan jaksa KPK dan hakim soal pemberian uang itu dan konsekuensinya, ia sempat diancam jaksa karena memberi keterangan palsu.

“Saat itu, Melda diperiksa sebagai saksi di sidang. Dia tidak mengetahui soal pemberian uang. Di sidang dia tertekan, dia yang hamil muda, kemudian keguguran,” ujarnya.

Selain itu, Toto tidak terima dengan penahanannya. Apalagi, status tersangka yang diberikan padanya hanya berdasarkan keterangan saksi Edy Dwi Soesianto di persidangan, tanpa didukung bukti lain.

Kuasa hukum Toto,  Supriyadi membenarkan bahwa video di akun Youtube itu adalah kliennya. Namun, ia tidak tahu persis pembuatan rekaman kapan dan dimana.

Sebelumnya dalam kasus ini, Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung sudah memvonis bersalah sejumlah pihak. Pemberi suap yakni Billy Sindoro, Fitradjaja Purnama. Henry Jasmen dan Taryudi. Penerima suap dari internal Pemkab Bekasi yakni Neneng Hasanah Yasin, Jamaludin, Sahat Banjarnahor, Dewi Tisnawati dan Neneng Rahmi Nurlaili.  KPK mengembangkan kasus ini dengan menetapkan Bartholomeus Toto dan Sekda Jabar Iwa Karniwa sebagai tersangka. (cr1)

Loading...

loading...

Feeds