Acara BEM Nusantara Diwarnai Mosi Tidak Percaya

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Acara pra temu Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM NUS) XII 2019 diwarnai mosi tidak percaya. Padahal, tema yang diangkat dalam acara tersebut adalah ”Refleksi Kebangsaan Demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045”.


Acara yang dihelat di kampus Universitas Islam Bandung (UNISBA) diwarnai mosi tidak percaya dari 16 dari 22 kampus yang tergabung dalam BEM Nusantara DKI Jakarta. Sikap itu ditujukan kepada kordinator BEM Nusantara wilayah DKI Jakarta, Dino Ardiansyah yang merupakan mahasiswa Trisakti.

Pada tahap sesi konsolidasi antar daerah, terjadi perdebatan dan keributan yang berkaitan dengan pelaksanaan program BEM Nusantara wilayah Jakarta. Dino dianggap tidak bisa mengakomodir anggota BEM Nusantara di Jakarta.

“Kami peserta perwakilan Kampus BEM Nusantara wilayah DKI Jakarta tidak lagi menunjuk Dino. Karena selama kepemimpinanya seluruh program BEM Nusantara wilayah DKI Jakarta tidak berjalan dan dinilai tidak dapat mengakomodir seluruh aspirasi dari anggota BEM Nusantara yang berada di wilayah DKI Jakarta,” ucap Novan Ermawan selaku presiden Mahasiswa Universitas Az Zahra Jakarta, Kamis (28/11/2019)

Mereka juga menuntut Dino untuk mundur dari jabatannya sebagai kordinator BEM Nusantara untuk wilayah Jakarta. Pasalnya, yang bersangkutan dianggap tidak bisa menyelesaikan persoalan.

“Kami juga tuang pernyataan sikap hasil musyawarah mufakat dengan hasil menyepakati memilih Dimas Prayoga dari Kampus UNUSIA sebagai Korda Jakarta untuk menggantikan Dino,” katanya.

Dengan pernyataan sikap dan hasil musyawarah mufakat tersebut. BEM Nusantara wilayah Jakarta, telah menetapkan Dino tidak lagi menjabat sebagai kordinator, melainkan posisinya di gantikan oleh Dimas.

Sementara itu, diwaktu yang sama, Dimas mengatakan pengangkatannya sebagai Korda BEM Nusantara merupakan aspirasi dari 16 BEM Nusantara di wilayah Jakarta.

“Ini permintaan kawan-kawan dari 16 BEM di DKI Jakarta, dan mereka bersepakat untuk mengangkat saya menjadi Koodinator Daerah BEMNUS DKI Jakarta,” kata Dimas.

Terkait soal mosi tidak percaya, dirinya menilai Dino gagal untuk menjadi kordinator di wilayah Jakarta.

“Karena saya pikir kalau memang sahabat Dino dari Trisakti sudah tidak lagi mampu mengawal dan mengayomi kawan-kawan BEMNUS di DKI Jakarta, lebih baik diserahkan saja kepada kawan-kawan yang lebih siap untuk menjadi Koodinator Daerah BEMNUS DKI Jakarta,” ucapnya.

(*)

Loading...

loading...

Feeds