Baju Baja Dampingi Desa, Maksimalkan Olahan Bambu

BANDUNG – Sejak diluncurkan pada Januari 2019 lalu, Program Bambu Juara Bambu Jawa Barat (Baju Baja) sudang menaungi 35 desa dan 2 pesantren di 9 kota kabupaten. Program yang digagas oleh komunitas Hijau Lestari Indonesia (HLI) itu menargetkan bisa membangun 100 desa kreatif di Jabar tahun depan.


Ketua Program Baju Baja Oki Hikmawan mengatakan, pihaknya tetap fokus pada  konsep konservasi di kota kabupaten. Masyarakat diajarkan untuk mulai menanam memanfaatkan, mengelola, memproduksi hingga bernilai ekonomi sampai memasarkan produk berbahan dasar bambu.

“Potensi bambu di Jawa Barat sangat besar. Dari 176 jenis bambu yang ada di Indonesia, setengahnya ada di Jabar. Sebut saja jenis Haur Koneng yang menjadi salah satu endemik bambu di Jabar. Jenis ini di Jepang sudah bisa menjadi bahan pengganti besi berdiameter 16 inch untuk pondasi (rumah) Itu sudah diujicoba,” kata dia di sela acara Bambu Vaganza di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (27/11/2019).

Desa yang sudah didampingi oleh program ini sudah dibantu dalam hal pemasaran produk yang dihasilkan hingga ke luar negeri. Di antaranya adalah 100 jam tangan dari bambu yang menjadi salah satu produk andalan baju baja ke Manchester, Inggris.

“Memasarkan produk bambu ke luar negeri juga merupakan target kami selain menjadikan 100 desa kreatif,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Baju Baja juga mengajak masyarkat di sejumlah desa untuk turut serta dalam bagian konservasi tanaman bambu di lingkungannya. Yaitu menekankan kembali menaman tatkala telah menebang untuk dijadikan sebuah karya.

“Kami juga memberikan bantuan sarana mesin industri menengah kecil itu akan ada pendampingan selama tiga bulan. Selain itu ada lagi pendampingan 2 bulan untuk bantuan modal usaha,” kata dia.

Untuk memaksimalkan program Baju Baja, pihaknya dipercaya untuk mengelola lahan dengan luas 25 hektar di Cikanyere, Kanupaten Cianjur oleh Dinas Kehutanan Jabar. Selain itu, ada pula lahan 10 hektar di hutan Jatinagor, Kabupaten Sumedang. Tidak hanya itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar pun mempercayakan pihaknya untuk mengelola 6,5 hektar lahan di Taman Kahati.

“Yang kami siapkan matang sekarang adalah eduforest di Setu, kabupaten Bekasi. Jadi persiapan bambu kreatif center di Jabar akan ada di Cianjur, eduforestnya ada di kecamatan Setu Kabupaten Bekasi. Itu yang kami sedang olah,” pungkasnya. (fid)

Loading...

loading...

Feeds

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …