Ulama Harus Bisa Memanfaatkan Teknologi Informasi

BANDUNG – Para ulama di Jawa Barat didorong bisa memaksimalkan teknologi informasi untuk menyiarkan ilmunya. Inovasi ini merupakan pelengkap kajian tatap muka dalam sebuah majelis taklim.


Hal ini mengemuka dalam workshop Dakwah Digital di Grand Asrilia Hotel, Kota Bandung, Selasa (26/11). Acara tersebut diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jabar bekerja sama dengan Umma (aplikasi komunitas Muslim).

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan workshop ini digelar untuk mendorong kapabilitas ulama Jabar dalam berdakwah melalui platform digital berbasis aplikasi agar konten dakwah bisa disebarkan lebih luas.

Dakwah digital merupakan metode baru dalam berdakwah. Pada umumnya, dakwah dilakukan secara tatap muka langsung dalam sebuah acara pengajian dengan jumlah peserta yang terbatas.

“Biar kiai melek digital agar ilmunya semakin bermanfaat. Dengan platform digital, dakwah bisa dilakukan lewat media sosial dengan gambar, audio, hingga audio visual sehingga cakupan penonton atau pendengar lebih luas,” kata saat membuka acara.

Perkembangan digitalisasi tidak bisa dihindari dan harus dimanfaatkan dengan baik termasuk oleh dunia dakwah. Pola ini tak kalah pentingnya dibanding cara konvensional. Bahkan, melalui cara ini, ilmu keagamaan tersebut akan tersampaikan kepada lebih banyak masyarakat.

Ini juga sangat membantu masyarakat umum yang memiliki banyak kesibukan, namun tak ingin ketinggalan ilmu agama. Maka dari itu, ia berharap akan semakin banyak ulama yang paham tentang teknologi informasi berbasis internet.

CEO sekaligus Co-Founder Umma Indra Wiralaksmana sementara itu menyatakan, ada 88 juta pengguna internet di Indonesia pada 2014 dan terus meningkat hingga angka 170 juta pengguna pada 2018 lalu dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 264 juta jiwa.

Sebagai aplikasi komunitas Muslim yang telah diunduh 5 juta kali, Indra menegaskan bahwa Umma menjadi wadah umat Islam untuk berkreasi menyampaikan dakwah melalui video, gambar, maupun podcast.

“Dan Umma ini untuk mempersiapkan kapabilitas ulama di Jawa barat dalam berdakwah melalui platform digital aplikasi berbasis komunitas Muslim di Indonesia,” ujar Indra.

Di sisi lain, beragam fitur penunjang ibadah pun hadir dalam aplikasi yang dibuatnya. Yakni, pengingat waktu salat dan penunjuk arah kiblat yang dapat digunakan di lokasi manapun berbasis GPS. Fitur Alquran dan Terjemahan umma memiliki kelebihan dengan menawarkan kumpulan rekomendasi ayat-ayat Alquran dengan berbagai tema kehidupan.

Fitur Konten – Konten pada umma terdiri dari beragam artikel serta berbagai video kajian dan ceramah ustaz yang telah diverifikasi dan dimoderasi. Sebagai platform teknologi, konten umma dipersonalisasi sesuai ketertarikan pengguna dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Fitur Tanya Jawab – Berisikan grup percakapan yang dimoderasi untuk memfasilitasi pengguna umma yang berasal dari beragam latar belakang untuk berdiskusi maupun melakukan tanya jawab dengan ustaz pembina grup tersebut. (fid)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …