Banyak Pensi Berskala Nasional Bukti Bandung Kota Kreatif

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG yang didaulat sebagai kota kreativitas sejatinya bukan hanya sekadar label semata. Ada banyak musisi, seniman, dan publik figur yang lahir dari Kota Kembang ini. Untuk menjaring potensi anak muda, banyak vendor menunjuk Bandung sebagai salah satu daerah penghasil potensi-potensi bakat yang dicari, salah satunya Pucuk Cool Jam.


Pucuk Cool Jam adalah ajang festival pentas seni dan kreativitas yang memfasilitasi potensi, minat, dan talenta insan muda kreatif di bidang seni. Ini menjadi kali kelima Pucuk Cool Jam mencari, mendidik, dan mengorbitkan anak muda pada bidang seni di Kota Bandung. Ada dua jenis seni yang difokuskan, musik dan ekstrakulikuler.

Tahun ini, ada 20 peserta terpilih kategori band dan peserta kategori ekstrakulikuler yang berkesempatan tampil langsung dihadapkan dewan juri. Untuk juri kategori band oleh Awan Yudha selaku music director Radio Ardan FM dan juri kategori ekstrakulikuler oleh Shindi Dalsa.

Sebutan Bandung kota kreatif memang sering digaung-gaungkan banyak orang. Mau tidak mau berkat label tersebut bagi sebagian orang ini menjadi tantangan. Apalagi jumlah seniman dan musisi asli Bandung yang tidak terhitung, sehingga diperlukan adanya regenerasi. Melalui kegiatan ini, music director Ardan FM, Awan Yudha menuturkan bisa menjaring bakat muda baru untuk dibentuk sesuai keinginan pasar, namun tetap dengan karakter.

“Kompetisi seni seperti ini sangat bagus untuk mencari bakat baru yang mungkin belum tersalurkan tapi dengan kegiatan seperti ini jadi terlihat oleh para profesional,” katanya ditemui dalam ‘Live Audition Road to Pucuk Cool Jam 2020’ di Cihampelas Walk, Minggu (24/11).

Dari tahun ke tahun, Awan menilai kualitas bermusik anak muda khususnya yang masih duduk di bangku SMA sangat mumpuni untuk bertarung dalam kompetisi tingkat nasional. Penilaian ini tentunya tidak sembarangan, Awan menambahkan untuk bisa menjadi superstar sebuah grup band harus memiliki karakter atau ciri khas supaya mudah dikenali dan tidak terlupakan.

Dia mencontohkan grup band asal Bandung, The Changcuters yang hit dengan single-single pop rock yang easy listening, ditambah penampilan dan aksi panggung yang tidak monoton. Seiring perkembangan waktu, mulai bermunculan band serupa salah satunya The Panturas yang memiliki konsep sama.

“Ini bukti regenerasi band sudah ada. Kemudian yang membuat saya setuju dengan sebutan Bandung kota kreatif adalah banyak pensi (pentas seni) dengan bintang tamu yang tidak main-main tapi disitu ada musik lokalnya dan yang bikin anak SMP-SMA,” jelasnya.

Setali tiga uang dengan Awan, juri kategori ekstrakulikuler, Shindi Daisa mengungkapkan kehadiran ekstrakurikuler dance di setiap sekolah dan tempat les dance di Bandung sudah cukup membuktikan bahwa masyarakat Bandung apalagi anak mudanya sangat menyukai musik dengan gerakan badan.

Katanya, dance disini bukan hanya dance modern atau tradisional yang sebenarnya, tapi juga bisa dilihat dari penggemar olahraga yang menggunakan musik sebagai medianya, seperti zumba. “Sekarang banyak orang olahraga carinya zumba karena biar menyenangkan. Dalam zumba itu kan ada gerakan dance juga. Melalui kegiatan ini sekaligus mewadahi teman-teman yang suka gerakan fisik,” ucapnya, ditempat yang sama.

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …