Atep Siap Penuhi Syarat Dukungan

Pengusaha, A. Mulayana (kiri) dan mantan pemain Persib Bandung, Atep berpose salam komando. Mereka optimistis bisa maju dalam Pilkada Kabupaten Bandung tahun 2020. (Fikriya Zulfah/RADAR BANDUNG)

Pengusaha, A. Mulayana (kiri) dan mantan pemain Persib Bandung, Atep berpose salam komando. Mereka optimistis bisa maju dalam Pilkada Kabupaten Bandung tahun 2020. (Fikriya Zulfah/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com,Mantan pemain Persib Bandung, Atep mantap untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di wilayah Kabupaten Bandung. Bersama pengusaha, A. Mulyana, mereka sedang mengumpulkan dukungan agar bisa maju melalui jalur independen.


Atep mengaku tujuannya banting setir ke dunia politik dan birokrasi adalah untuk keluar dari zona nyaman yang selama ini ia jalani di dunia olahraga, khususnya sepakbola.

Dari kegiatan itu, Atep mengaku banyak menerima aspirasi masyarakat Kabupaten Bandung yang berkaitan dengan olahraga terutama sepakbola. Ia menilai bahwa potensi sepakbola di Kabupaten Bandung sangat besar, tetapi masih belum tergali secara optimal.

“Kabupaten Bandung punya Persikab yang dulu sempat bagus. Ke depan saya ingin Persikab maju lagi seperti dulu, apalagi sekarang sudah punya fasilitas stadion yang bagus tetapi timnya tidak berkembang,” kata dia.

Sementara itu, A. Mulyana mengklaim sudah mendapat dukungan saat dirinya mencalonkan diri menjadi anggota DPD RI pada Pemilu Legilatif (pileg) 2019 lalu. Ia tinggal mencari tambahan suara agar syarat maju bisa terpenuhi.

Syarat dukungan minimal jalur independen yang ditentukan KPU yaitu sebanyak 153.400 dukungan. Dari angka itu, ia menyebut perlu mengumpulkan 30 persen lagi. Optimisme mereka tinggi karena menilai masih banyaknya waktu yang tersedia.

“Batas akhir pengumpulan persyaratan calon independen untuk Pilkada 2020 dilakukan hingga Maret 2020. Waktu pemilihan DPD, saya masih pegang banyak KTP dukungan, sehingga diperkirakan masih akan butuh sekitar 46.000 dukungan,” ujar Mulyana.

Motivasi dirinya untuk maju dalam bursa Pilkada Kabupaten Bandung 2020 adalah ingin lebih meingkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan derajat kesehatan warga Kabupaten Bandung. Salah satu masalah kesehatan di Kabupaten Bandung adalah minimnya sarana tempat tidur rumah sakit.

“Di Kabupaten Bandung kami masih melihat pegawai kelurahan yang hanya lulusan SMA. Padahal yang dilayani adalah masyarakat maju dan heterogen dan tak sedikit latar belakang pendidikannya S1-S3,” kata dia.

“Jadi minimal pegawai kelurahan harus D3. Dalam bidang kesehatan, saat ini saya sedang membangun RS Bhakti Kencana di Kecamatan Solokanjeruk dengan kapasitas 100 tempat tidur untuk merangsang investasi lain di bidang kesehatan,” pungkasnya.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds