Jalan Rp28 Miliar Mulai Retak

TRETAK : Jalan rijit penghubung antara Desa Tanjung Kecamatan Cipunagara dengan Desa Sumurbarang Kecamatan Cibogo, saat ini sudah retak.
(M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

TRETAK : Jalan rijit penghubung antara Desa Tanjung Kecamatan Cipunagara dengan Desa Sumurbarang Kecamatan Cibogo, saat ini sudah retak. (M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com,SUBANG – Pekerjaan jalan rijit penghubung antara Desa Tanjung Kecamatan Cipunagara dengan Desa Sumurbarang Kecamatan Cibogo, saat ini sudah retak retak. Padahal, pekerjaannya baru genap satu tahun. Anggaran pekerjaan jalan tersebut menggunakan APBD senilai Rp28 miliar.


Kerusakan tersebut dikhawatirkan oleh para pengguna jalan bisa mengakibatkan rawan kecelakaan.

Ketua LSM Gerak, Amat Suhenda, mengaku prihatin melihat hasil pekerjaan tersebut. Pihaknya menduga pekerjaan bisa lolos dari pengawasan dan uji kelayakan dari para pihak terkait diduga disebabkan ada unsur kongkalikong.

“Secepatnya kami akan membuat pelaporan dengan dokumen dan bukti-bukti yang telah kami kumpulkan kepada pihak Kepolisian Resort Subang cq Unit Tindak Pidana Korupsi,” ujar Amat. Minggu (24/11/2019)

Dirinya juga meminta Dinas PUPR jangan berdiam diri serta jangan melepaskan tanggungjawab atas proyek tersebut. Menurutnya, pihak dinas merupakan kepanjangan tangan pemerintah dalam mengelola keuangan negara untuk membangun Subang melalui proyek.

“Ya, salah satunya proyek infrastruktur ini, disalurkan melalui sistem lelang yang ditenderkan kepada perusahaan yang profesional dan kredibilitasnya teruji dalam bidangnya,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu Camat Cipunagara, Ubay Subarkah, berharap Dinas PUPR secepatnya melakukan tindakan.

“Dan jika jalan ini masih dalam tanggungjawab pihak pemborong agar secepatnya diperbaiki. Langkah cepat yang dilakukan pihak-pihak terkait akan meminimalisir kecelakaan pengguna jalan dan meminimalisir kerugian anggaran negara,” imbuh Ubay.

Sementara itu menurut,Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Subang, Dede Juhana, menyebut, hasil pemantauan petugas UPTD PUPR, kerusakan jalan Tanjung-Sumurbarang yang berupa retak retak, akibat pergeseran tanah.

“Kalau melihat poto laporan petugas dari cabang dinas sepertinya ada pergeseran tanah, sebab retak tidak di sambungan. Tapi kami rencananya akan segera ditangani,” kata Dede, Minggu (24/11/2019)

Proyek jalan ini dilaksanakan sejak 29 Juni 2018, dan dikerjakan oleh PT Sumber Mitra Jaya dengan konsultan CV Maya Persada.

(anr)

Loading...

loading...

Feeds