SCG Indonesia Dukung Retote Project Mahasiswa di Desa Padasuka

POJOKBANDUNG.com, KUTAWARINGIN – PT. SCG Indonesia mendukung konsep ekonomi sirkular yang digagas sejumlah mahasiswa terkait pengolahan limbah di Desa Padasuka Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Perusahaan semen asal Thailand ini ingin memberikan edukasi kepada warga sekitar agar menghilangkan kebiasaan membakar limbah tekstil.


“Kami memberikan edukasi kepada warga. Kami mencoba proyek ini untuk menolong warga di Desa Padasuka untuk mengatur limbah agar tidak dibakar dan membuat sampah jadi bernilai. Kami mengajak para mahasiswa ini untuk menguji coba proyek ini untuk pengetahuan mereka di Asia. Hari ini kita mulai semuanya,” ujarnya Anusorn Potchanabanpot, Country Director SCG Indonesia, Minggu (24/11/2019).

Menurut Potchanabanpot, tidak selamanya limbah tekstil ini menjadi sampah. Namun warga melihat dari sudut yang lain, limbah ini bisa menghasilkan uang. Tak hanya itu, pihak SCG pun memberikan bagaimana cara memasarkan produk hasil olahan limbah.

“Ke depannya setelah jadi produk, kita akan bantu memasarkannya agar menjadi uang,” tandasnya.

Menurutnya, tidak hanya memberikan dukungan pendidikan berkelanjutan bagi para mahasiswa, juga mendorong mereka untuk dapat menciptakan ide-ide yang bermanfaat dan memberikan kontribusi positif bagi sekitarnya.

“Oleh karena itu, SCG mendukung retote project yang sejalan dengan prinsip SCG circular way dimana menekankan implementasi konsep ekonomi sirkular sekaligus memberikan pelatihan profesional untuk masyarakat di Desa Padasuka, Kabupaten Bandung,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan salah seorang mahasiswa asal ITB, Akbar yang hadir pada kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan ini selain untuk memberikan edukasi juga mengubah mindset warga sekitar agar bisa menjaga lingkungan ke depannya.

“Kita ingin melakukan pencerdasan kepada warga agar kedepannya bisa memanfaatkan limbah tekstil dengan baik,” katanya.

Akbar menjelaskan, ada beberapa produk olahan limbah yang bernilai rupiah seperti produk furniture.

“Jadi teknisnya ada alat untuk mereduksi limbah ini, dalam bentuk kompresor, nanti dikompres dan menghasilkan produk furniture. Ke depannya bisa lebih besar lagi,” pungkasnya.

(apt)

Loading...

loading...

Feeds

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BMKG Stasiun Bandung turut melakukan pemantauan hilal atau rukyat hilal 1 Syawal 1442 H untuk penetapan Idul …